• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Sosialisasi Rabies, Dinas Pertanian Ende Gandeng Tokoh Agama
    LEX | Jumat, 12 September 2014 | 12:53 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Sosialisasi
    Hewan penyebar rabies

     

    Ende, Flobamora.net - Dinas Pertanian Peternakan dan Holtikultura Kabupaten Ende, menggandeng tokoh agama melakukan sosialisasi dampak penyakit rabies kepada masyarakat, lantaran masih tingginya angka kasus penyakit tersebut.

     

    Kadis Pertanian Peternakan dan Holtikultura Kabupaten Ende Marianus Alexsander. Ditemui di ruang kerjanya, Jumat (12/9) mengatakan, dengan melakukan kerja sama dengan para tokoh lintas agama  khususnya di kalangan  Katolik di harapkan kasu gigitan anjing yang diduga rabies bisa ditekan.

     

    “Selama ini kami sulit untuk melakukan vaksin terhadap anjing-anjing milik warga masyarakat. Berbagai alasan sering dikemukakan dan malahan petugas kami diusir. Hal ini lebih terjadi di kampung-kampun atau daerah pedalaman, padahal maksud kita baik untuk memberikan vaksin anti rabies demi menjaga tertularnya virus Rabies pada anjing peliharaan warga” katanya.

     

    Dia mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan FAO dan pihak Keuskupan Agung Ende, kini sudah mulai melakukan sosialisasi melalui paroki-paroki di daerah itu.

     

    Dia berharap, dengan keterlibatan tokoh agama dalam hal  ini gereja melalui pstor paroki umat bisa mengikuti imbauan dan ajakan untuk menyerahkan anjing untuk dilakukan vaksin anti rabies.

     

    “Mereka lebih mendengarkan ajakan dari para pastor ketimbang para petugas kami. Dan untuk itu kami berharap melalui mimbar gereja yakni khotbah, umat bisa disadarkan untuk bersedia menyerahkan anjing mreka untuk disuntik VAR,” katanhya.

     

    Dia lebih jauh mengatakan, dalam putaran yang kedua timnya akan turun lagi untuk melakukan  vaksin, sementara untuk penguatan akan dilakukan pelatihan laboratorium bagi para petugas.

     

    “Untuk tahun ini belum ada laporan terkait dengan gigitan anjing yang di duga rabies dan yang menyebabkan korban jiwa. Kita bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan rabies, mereka menangani korban gigitan dan kami menangani hewan,” paparnya.

     

    Dia menambahkan, koordinasi terus dilakukan, ketika terjadi kasus gigian maka orang yang digigit dibawa ke Puskesmas dan anjng dibawa ke Dinas Pertanian dan Peternakan untuk divaksin dan dilihat perilakunya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.