• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 20 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Pemprov NTT Diminta Perketat Pengawasan Terhadap PPTKIS
    DEWA HAYON | Jumat, 12 September 2014 | 21:10 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Pemprov
    Anggota DPRD NTT, Angela Mercy Piwung

     

    Kupang, Flobamora.net - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi NTT mendesak pemerintah setempat untuk memperketat pengawasan terhadap Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta  (PPTKIS) yang ada di daerah ini.

     

    “Salah satu PPTKIS yang perlu diawasi adalah PT Total Data Persada yang berkedudukan di Kota Kupang. Perusahaan ini diduga menampung dan menyekap 35 orang calon tenaga kerja wanita (TKW) selama tiga minggu. Semula, mereka dijanjikan hanya akan ditampung dua-tiga hari untuk kemudian dikirim bekerja di Singapura,” kata Anggota DPRD NTT, Angela Mersy Piwung kepada wartawan, Jumat (12/9).

     

    Piwung saat itu mendampingi 11 TKW asal Sumba Barat yang dikurung perusahaan itu dan memeriksakan kesehatannya di RSUD Kota Kupang, bersama sejumlah jaringan gugus tugas dari Kakanwil Hukum dan HAM, Rumah Perempuan Kupang, Polda NTT.

     

    Menurutnya, mereka yang direkrut itu, ada yang sedang sakit. Semula, hanya ada satu orang yang sakit. Namun saat dijemput di PT Total Data Persada di Kelurahan Fatululi untuk dibawa berobat, ternyata yang sakit ada 11 orang.

     

    " Saya dapat informasi dari gugus tugas sehingga datang ke RSUD Kota Kupang. Ada 11 orang yang mengaku sakit sehingga dibawa ke RSUD Kota guna diperiksa,” jelasnya.

     

    Setelah berhasil mengeluarkan 11 orang yang sakit untuk menjalai pemeriksaan di rumah sakit, masih ada 20 orang ditempat penampungan PT Total Data Persada. Dari 20 orang tersebut, tiga di antaranya masih di bawah umur. Mereka masih disembunyikan oleh PT Total Data Persada. "DidugaMereka sudah dipindahkan ke tempat lain," tukasnya.


    Piwung mengatakan, para TKW yang disekap tersebut telah dimanipulasi identitas mereka. KTP mereka telah diganti dengan KTP Kabupaten Kupang. Ada juga calon TKW yang disekap tersebut yang usiaya masih 19 tahun, namun di dalam KTP dimanipulasi mennjadi 21 tahun.

     

    "Pemerintah harus memperketat keberadaan perusahan perekrut tenaga kerja yang berada di daerah ini, sehingga bisa meminimalisir kasus trafficking di NTT yang lagi hangat,” katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.