• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Atasi Kekeringan, NTT Minta Bantuan Pemerintah Pusat
    ALBERTO | Sabtu, 13 September 2014 | 13:27 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Atasi
    Kepala BPBD NTT, Tini Thadeus

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Untuk mengatasi kekeringan yang saat ini melanda 17 dari 22 kabupaten/kota di seluruh Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah setempat telah meminta bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 10 miliar.

     

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTT, Tini Thadeus yang dihubungi di Kupang, Sabtu (13/9) menjelaskan, berdasarkan laporan terakhir yang diperoleh, sebanyak 17 dari 22 kabupaten/kota di daerah ini dilanda kekeringan pada musim kemarau ini. Kekeringan itu dipastikan akan terjadi ancaman gagal tanam dan gagal panen.

     

    “Sudah 17 kabupaten yang dilanda kekeringan. Karena itu kita meminta bantuan pemerintah pusat untuk penanganan masalah kekeringan ini,” kata Tini..

     

    Dia menjelaskan, 17 kabupaten yang dilanda kekeringan itu yakni Ende, Lembata, Alor, Sumba Timur, Sumba Tengah, Kupang, Nagekeo, Flores Timur, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, Belu, Malaka, dan Sikka.

     

    “Hanya lima kabupaten yang masih aman dari bencana kekeringan ini yakni Ngada, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai  Timur dan Kota Kupang. Semua kabupaten mengalami kekeringan dan yang palin parah adalah 17 kabupaten itu ,” katanya.

     

    Untuk mengatasi kekeringan ini, katanya, pihaknya telah meminta bantuan dana dari pemerintah pusat sebesar Rp 10 miliar, karena ancaman kekeringan meluas.

     

    “Tergantung pemerintah menyetujui besaran anggaran untuk atasi masalah kekeringan ini,” katanya.

     

    Sebelumnya, Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawananan Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan NTT, Silvia Peku Djawang mengatakan pemerintah juga telah menyiapkan langkah antisipasi bencana kekeringan ini melalui stok cadangan bantuan beras untuk intervensi rawan pangan sebanyak 80,36 ton, buffer stok penanggulangan bencana 15 ton, cadangan pangan pemerintah, 200 ton dan cadangan pangan di setiap kabupaten/kota sebanya 1000 ton lebih.

     

    “Jumlah stok beras di bulog NTT masih cukup 28.788 ton,” katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.