• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 23 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    800 Ribu Penduduk NTT Masih Buta Aksara
    ALBERTO | Selasa, 16 September 2014 | 15:15 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    800
    Kepala Bidang Pendidikan Usia Dini (Paudni) dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTT, Beni Wahon

     

    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah di NTT, baik provinsi maupun kabupaten/kota berkomitmen untuk menekan jumlah angka buta aksara di daerah ini yang masih berjumlah sekitar 800 orang dari total penduduk NTT sebanyak 5, 3 juta lebih jiwa.

     

    Kepala Bidang Pendidikan Usia Dini (Paudni) dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTT, Beni Wahon sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Selasa (16/9). mengakui, hingga saat ini data jumlah buta aksara masih bervariasi.

     

    Tetapi data yang dikelolanya hingga akhir tahun 2013 lalu kurang lebih sebanyak 800 ribu orang. “Untuk tahun 2014, kami belum mendapat angka pasti karena masih melakukan pendataan,” katanya.

     

    Tentang upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka buta aksara, Beni menyampaikan, ada dua aspek yang diambil yakni oleh pemerintah sendiri dan melibatkan kelompok belajar yang dikelola oleh masyarakat.

     

    Dia menuturkan, Kegiatan yang dilaksanakan pemerintah antara lain melalui sekolah luar biasa (SLB) khusus menampung anak- anak berkebutuhan khusus atau disabilitas, dan anak- anak dengan tingkat kecerdasan intelektual tinggi.


    Sedangkan kegiatan dengan melibatkan masyarakat, lanjut Beni, antara lain oleh Pelaksana Kelompok Belajar Masyarakat (PKBM) yang menyelenggarakan pendidikan kesetaraan seperti paket A, B, dan paket C, serta Pendidikan Layanan Khusus (PLK).

     

    Kata dia, jumlah PKBM yang tersebar di wilayah NTT sekitar ratusan lembaga. Rata- rata, setiap kali pelaksanaan ujian kesetaraan masing- masing lembaga menghasilkan 20 orang lulusan pendidikan non formal.

    “Rata- rata setiap tahun angka pemberantasan buta aksara melalui pendidikan kesetaraan mencapai ribuan orang,” ujarnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.