• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 04 Desember 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    PT Kupang Resources Siap Berinvestasi di NTT
    ALBERTO | Kamis, 18 September 2014 | 14:57 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    PT
    Pabrik Pengolahan Manggan PT Kupang Resources di KI Bolok, Kabupaten Kupang

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Komisaris PT Kupang Resources, Robby Valentino mengatakan pihaknya sudah siap dan sangat serius melakukan investasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya di bidang pertambangan mangan.

     

    Keseriusan tersebut disampaikan Robby kepada tim dari Badan Koodinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dipimpin Friska Aprilianti dan Dr. Siti Rochani dari Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara,Kementerian ESDM di Kupang, Kamis (18/9).

     

    Kepada tim yang menyambangi kantornya, Robby yang saat itu didampingi salah satu Direktur PT Kupang, Resources, Johny Theodoris dan beberapa staf menjelaskan, komitmen perusahaan tersebut dalam berinvestasi di NTT dengan membangun terlebih dahulu pabrik pengolahan mangan di Kawasan Industri (KI) Bolok, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

     

    “Kami bukan perusahaan akan atau nanti, yang selalu mengumbar janji setelah itu tidak pernah kembali lagi ke daerah ini untuk berinvestasi. Tetapi kami perlu menyiapkan terlebih dahulu sarana dan prasarana penunjang sebelum berinvestasi,” katanya.

     

    Menurutnya, pihaknya selain memiliki lokasi pertambangan sendiri seperti di Kabupaten Belu juga akan menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di NTT terutama di kawasan Timor Barat dalam mengembangkan dan meningkatkan produksi mangan.

     

    Dia menjelaskan, pabrik pengolahan mangan yang ada di Bolok adalah langkah awal untuk mengekspor hasil tambang tersebut ke luar NTT tentu saja tetap mematuhi ketentuan  Peraturan Menteri ESDM nomor 1 tahun 2014 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral Dalam Negeri, yang mewajibkan pengiriman biji mangan ke luyar negeri dengan kualifikasi 49 persen yang telah melewati tahapan pengelohan bukan gelondongan.

     

    Robby juga mengeluhkan ketersediaan listrik di NTT yang masih sangat terbatas sehingga pihaknya harus menyiapkan sendiri dua buah generator berkekuatan 250 KVA untuk mendukung operasional pabrik.

     

    “Kendala invetasi di NTT selain ketersediaan listrik yang masih sangat terbatas juga infrastruktur yang kurang mendukung. Untuk kami meminta perhatian pemerintah terhadap dua permasalahan tersebut,” ujarnya.

     

    Selain memaparkan prospek invetasi mangan di NTT yang akan dilakukan PT Kupang Resources, tim dari BKPM dan Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM juga diajak untuk melihat langsung lokasi pabrik pengolahan mangan di KI Bolok yang dibangun di atas lahan seluas dua hektare.

     

    Kedua tim itu juga meninjau Komfeyor Belt, peralatan untuk mengirim  hasil olahan mangan milik PT Kupang Resources di Pelabuhan Tenau Kupang yang dibangun sejak tahun lalu  di atas lahan seluar 500 meter persegi guna mendukung ekspor atau pengantarpulauan bahan mineral tersebut.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.