• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kapolri Didesak Cabut Status Tersangka Bupati Ngada
    ALBERT R. | Kamis, 09 Januari 2014 | 12:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kapolri
    Bupati Ngada, Marianus Sae

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Para Kepala Desa yang tergabung dalam Forum Kepala Desa dan Masyarakat se Kabupaten Ngada mendesak Kapolri melalui Kapolda NTT, Brigjen Pol. Untung Yoga Ana untuk mencabut status tersangka yang dikenakan kepada Bupati Ngada, Marianus Sae, terkait kasus larangan terhadap Merpati mendarat di Bandara Turelelo, So’a pada Sabtu, 21 Desember 2013 lalu.

    Desakan tersebut disampaikan para Kepala Desa dan tokoh masyarakat saat mendatangi Kantor DPRD  Ngada, dua hari lalu.

    Koordinator Forum Kepala Desa Ngada, Yohanes Don Bosco Lewa yang dihubungi Kamis (09/1) mengatakan, mereka mendesak Kapolri melalui Kapolda NTT untuk mencabut status tersangka dan menghentikan seluruh proses penyidikan  kepada Bupati Ngada.

    “Kami minta Kapolri mencabut status tersangka yang diberikan kepada Bupati Marianus Sae. Ini harus segera dilakukan, karena status terangka itu sangat tidak tepat diberikan kepada Bupati yang diperlakukan tidak baik oleh Pihak Merpati,” ujar Yohanes.

    Selain mendesak Kapolri,  para Kepala Desa juga mendesak Wakil Bupati Ngada, Paulus Soliwoa dan DPRD Ngada  untuk berjuang bersama-sama Forum Kepala Desa dan Masyarakat se Kabupaten Ngada untuk  membebaskan Bupati Ngada dari segala tuntuan hukum.

    “Kami juga mendesak Mendagri dan Gubernur NTT untuk melakukan pembelaan kepada Bupati Ngada. Sebab, larangan bupati kepada Merpati itu terjadi saat bupati sedang melaksanakan tugas kenegaraan demi masyarakat Ngada. Apabila tuntutan kami diatas tidak dipenuhi, maka kami akan melumpuhkan seluruh aktivitas kepemerintahan di Kabupaten Ngada,” tegasnya.

    Sebagaimana diketahui, Bupati Ngada, Marianus Sae pada sabtu (21/12) tahun 2013 lalu, memerintahakan Satuan Polsi Pamong Praja (satpol PP) memblokir Bandara Turelelo, Soa lantaran tak mendapatkan tiket Merpati ke daerah itu.Bupati Ngada Marianus Sae dikenakan pasal 421 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 2,8 tahun penjara.*** (AR)

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.