• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 28 Maret 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Mengais Rezeki Jelang Hari Raya Kurban
    ALBERTO | Jumat, 03 Oktober 2014 | 21:55 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Mengais
    Penjualan Kambing Kurban di Kota Kupang

     

    Kupang, flobamora.net – Terik mentari siang itu begitu menyengat. Kota Kupang sepertinya dibakar matahari. Meski cuaca begitu panas tidak menyurutkan niat atau semangat para pedagang hewan kurban. Maklum, hari-hari ini menjelang Idul Adha atau lazim disebut Idul Kurban.

     

    Momentum hari raya keagamaan ini dimanfaatkan oleh sejumlah warga di Kelurahan Airmata, Kota Kupang untuk menjajakan hewan kurban. Hewan yang dijajakan itu umumnya  adalah kambing.



    Hewan kurban ini bisa sekitar 100 meter dari Jembatan Selam atau sebelah kiri pertigaan menuju Benteng dan pertokoan. Di tempat ini, sebuah tenda darurat dibangun untuk pasar hewan dadakan. Ada  kambing puluhan ekor diikat di sana.

    Kambing-kambing untuk kurban itu milik tiga warga Airmata yakni Ahmat Mustafa, Misba Mustafa, dan Umar Jet Alkatiri. Ketiganya sudah seminggu membuka pasar hewan kurban di tempat itu.

    Ahmat Mustafa yang ditemui di lokasi, Jumat (3/10) mengaku, selama seminggu, sekitar 50 ekor  kambing dari 80-an ekor  yang tersedia, sudah terjual. Para pembeli itu umumnya dari masjid-masjid,  instansi-instasi, dan komunitas muslim atau paguyuban muslim yang ada di Kota Kupang.

    Hampir setiap hari, para pembei memburu kambing di tempat itu. "Setiap hari bisa terjual  tujuh hingga delapan ekor," ujar Ahmat.

    Menurutnya, tradisi menjual hewan kurban ini dilakukan setiap tahun menjelang hingga Hari Raya Idul Adha. Dan, tempat itu sudah dikenal luas masyarakat Kota Kupang yang hendak mencari hewan kurban khususnya kambing.

    "Tempat ini sudah dikenal, sehingga kami tidak perlu mendatangi mesjid-mesjid,' ungkap Ahmat.

    Dia mengaku, kambing-kambing itu didatangkan dari pedalaman Amarasi di Kabupaten Kupang. Satu ekor kambing dijual dengan  harga Rp 1,2 juta hingga Rp 2 juta. Harga ini sudah diperhitungkan dengan ongkos angkut yang dikeluarkan.

    Ahmat mengaku, setiap tahun kambing untuk kurban yang dijual mencapai 100 ekor. Usaha ini diakui sebagai sampingan, namun untungnya lumayan untuk menambah pendapatan keluarga.

    Lantaran harus menunggu pembeli, Ahmat dan rekan-rekannya rela bertahan dari pagi hingga malam. Mereka pun harus membangun tenda di tempat itu. Selain untuk melindungi kambing, juga agar mereka bisa bermalam menjaga kambing.

    Dia menambahkan, meskipun pasar hewan kurban itu hanya untuk kambing, namun pihaknya juga mealyani pesanan hewan kurban lainnya seperti sapi. Hingga kemarin, sudah sembilan ekor sapi yang terjual.

    "Khusus sapi, ada pesanan baru kita datangkan. Tempat di sini tidak memungkinan untuk ikat sapi," pungkasnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.