• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 09 Juli 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    DPRD NTT Bandingkan Gubernur dengan Bupati Ngada
    ALBERT R. | Sabtu, 11 Januari 2014 | 06:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    DPRD
    Anggota DPRD NTT, Anwar Puu Geno

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Molornya sidang paripurna DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 9 Januari 2014 malam karena ketidakhadiran Gubernur dan wakil gubernur, Frans Lebu Raya dan Benni A. Litelnony, mengakibatkan dewan membandingkan antara gubernur dengan Bupati Ngada, Marianus Sae.

    Sidang paripurna molor hampir dua jam dari jadwal yang ditetapkan pada pukul 19.30 Wita dan baru terlaksana sekitar pukul 21.15 Wita.

    Anggota Fraksi Golkar, Anwar Pua Geno pada kesempatan itu mempertanyakan alasan ketidakhadiran gubernur dan wakil gubernur NTT dalam sidang paripurna dengan agenda penutupan masa sidang tiga dan pembukaan masa sidang satu tahun 2014 sesuai jadwal yang ditetapkan. Padahal agenda sidang tersebut sangat penting.

    Terhadap sikap gubernur dan wakil gubernur tersebut, Anwar coba membandingkan antara bupati Ngada yang memiliki keinginan yang tinggi untuk mengikuti rapat paripurna sampai harus menutup Bandara Turelelo, So’a.

    Penutupan itu,sambungnya, karena Bupati Ngada memandang paripurna Dewan  sangat  penting untuk kepentingan masyarakat umum. Ironisnya, pemerintah Provinsi NTT tidak serius untuk menghadiri sidang paripurna dewan.

    “Saya mempertanyakan kira- kira apa alasannya sehingga gubernur dan wakil gubernur tidak hadir dalam rapat paripurna ini,” kata Anwar.

    Anggota DPRD lainnya, Anton Ugak menyatakan, rapat paripurna memang belum dapat  dilaksanakan karena kepala daerah dan ketua dewan tidak hadir dalam rapat paripurna. Padahal rapat tersebut memiliki agenda penting yaitu berkaitan dengan  keputusan penting untuk pelaksanaan program kegiatan tahun 2014.

    “Kegiatan tidak dapat berjalan tanpa ada program yang sudah ditetapkan dan apa yang  ditetapkan tersebut harus diketahui oleh kepala daerah, sehingga tidak ada kebingungan dan kesalahan dalam penerapannya nanti,” tandas Anton.

    Wakil Ketua DPRD yang juga pimpinan sidang, Nelson Matara menerangkan, berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah, gubernur dan wakil gubernur tengah mengikuti kegiatan jamuan makan bersama Forkopimda dari Sumba Baat Daya (SBD) sambil mendiskusikan langkah- langkah dalam penyelesaian masalah Pemilukada SBD. Sehingga  pemerintah meminta agar rapat tetap digelar yang diwakili Sekda NTT dan beberapa pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

    Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar, Hugo Rehi Kalembu meminta agar rapat tetap  dilanjutkan. Sesuai tata tertib, apabila rapat belum memenuhi quorum maka diskors. Jika masih tetap belum memeuhi quorum, maka sidang diskor untuk kedua kalinya. Setelah skors kedua dicabut dan telah memenuhi quorum, rapat akan dilanjutkan.

    “Sidang tidak berpatokan pada ketua karena kepemimpinan dewan bersifat kolektif, sedangkan untuk kepala daerah dapat diwakili oleh pejabat yang ditunjukknya. Saya  pikir kita harus mengacu kepada tata tertib,” ujar Hugo.***(Risky)


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.