• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Wartawati BBC Ini Memilih Jadi Biarawati
    ALBERTO | Rabu, 15 Oktober 2014 | 23:15 WIB            #INTERNASIONAL

    Wartawati
    Wartawati BBC, Martina Purdy

     

    LONDON - Sebuah berita menarik datang dari London. Wartawati BBC, Martina Purdy, mengumumkan secara resmi pengunduran dirinya dari lembaga penyiaran Inggris yang legendaris itu pada 10 Oktober lalu.

     

    Ini mengejutkan karena perempuan berwajah cantik ini memiliki karier cemerlang sebagai wartawan politik. Dalam 15 tahun terakhir, Purdy dapat dikatakan satu dari sedikit wanita paling terkenal di BBC Irlandia Utara berkat laporan-laporan jurnalistiknya. Tak kurang dari 25 tahun umurnya dihabiskan dengan berkarier sebagai wartawan.

     

    Pengunduran dirinya lebih mengejutkan lagi bila menyimak alasannya. Dikenalsebagai penganut Katolik yang taat, Purdy mundur dengan alasan ingin memasuki dunia baru, yaitu dunia keagamaan dengan bergabung pada sebuah kongregasi gereja Katolik. Awalnya ia tidak menyebutkan nama kongregasi tersebut. Namun sebuah foto yang diambil dua hari setelah pengumuman pengunduran dirinya, mempertunjukkan ia berjalan kaki bersama enam biarawati menuju Katedral Santo Petrus di Belfast, tanah kelahirannya.

     

    “Saya tahu banyak orang tidak akan memahami keputusan ini,” kata mantan wartawan Irish News ini, dalam keterangan resminya sebagaimana dilansir oleh sejumlah media internasional.

     

    “Ini merupakan keputusan yang tak mudah saya ambil, tetapi merupakan keputusan yang saya cintai dan memberi sukacita besar. Saya memohon dukungan doa seiring dengan langkah saya memulai jalan ini dengan segala kerendahan hati, iman dan kepercayaan. Ini adalah keputusan yang sangat pribadi. Saya meminta media menghormati privasi saya dan privasi kongregasi tempat saya bergabung karena saya akan menghadapi tantangan baru dalam hidup saya,” kata Purdy.

     

    Kisah Andrea Jaeger

     

    Purdy bukan satu-satunya perempuan yang memutuskan meninggalkan dunia yang memberinya sukses lalu memasuki ‘panggilan khusus’ dengan menjadi biarawati. Tahun 2008, dunia tenis dikejutkan dengan keputusan Andrea Jaeger untuk bergabung dengan Ordo Biarawati Dominika di Amerika Serikat. Jaeger adalah salah satu petenis terkenal di masa jayanya. Di usia 16 tahun. Perempuan kelahiran Chicago berdarah Jerman ini sudah menduduki urutan kedua daftar petenis perempuan terbaik dunia. Sejak masih usia 14 tahun, ia sudah kerap disejajarkan dengan nama-nama petenis hebat seperti Christ Evert, Jean Billy King dan Martina Navratilova.

     

    Peter Robertson, yang menyusun sebuah narasi tentang Jaeger berjudul Why I became a nun, by former tennis star Andrea Jaeger dan dilansir oleh Mail Online, mengungkapkan keputusan menjadi biarawati itu bagi Jaeger merupakan bagian dari perjalanan dan pertumbuhan iman dirinya yang selama ini luput dari pemberitaan media. Jaeger mengakui sejak kecil ia sudah merasa hidupnya dalam penyertaan Tuhan. Menurut dia, sejak kanak-kanak dirinya rajin berdoa, walaupun orang tuanya bukan orang yang religius. Ia juga merasakan bahwa panggilan Tuhan baginya untuk menolong orang susah sudah ada sejak sebelum ia menerjuni dunia tenis.

     

    “Orangtua saya memang tidak pernah ke gereja. Kami tidak memiliki Alkitab di rumah, tetapi apa pun alasannya, saya merasakan Tuhan memberi saya karunia iman. Saya selalu berdoa sejak saya kecil. Tidak ada yang mengajari saya untuk melakukan itu. Saya tidak mempelajarinya di sekolah atau di TV. Tapi saya tahu betul bahwa Tuhan ada dan kami bersahabat serta memiliki hubungan pribadi. Tidak ada keluarga yang tahu bahwa saya berdoa setiap hari dalam hidup saya,” kata Jaeger.

     

    Tahun 1985 Jaeger mengalami cedera di bahu. Itu menjadi alasan baginya mundur total dari dunia tenis. Ia meninggalkan hiruk-pikuk dunia selebriti lalu mendirikan sebuah lembaga amal, Little Star Foundation, yang kegiatannya menolong anak-anak penderita kanker. Namun ternyata panggilan untuk ‘mengabdi’ kepada Tuhan ia rasakan tidak cukup sampai di situ.

     

    Pada tahun 2006 ia meraih gelar dalam bidang Ministry Training & Theology. Lalu ia bergabung pada Dominican Sisterhood Programme, yang menjadi jalan baginya menjadi biarawati. “Ini merupakan disiplin yang ketat,” kata dia menceritakan bagaimana hidupnya di biara. “ Saya bangun pukul 4 pagi, berdoa dan menelaah Alkitab lalu mulai bekerja pukul 5 atau 6 di lembaga amal, menyusun program dan menjalankannya,” kata dia.

     

    Apa yang dicari?

     

    Sampai sejauh ini Purdy belum mengungkap secara jelas apa yang ingin dia cari sehingga memutuskan hidup membiara. Melalui akun twitter-nya, ia hanya mengucapkan terima kasih kepada publik atas dukungan terhadap pilihannya. Masih melalui akun twitter-nya, ia juga menyuguhkan tautan video Mary Black menyanyikan Bright Blue Rose, yang liriknya antara lain berbunyi: “For all of you who must discover, for all who seek to understand. For having left the path of others, you find a very special hand.

     

    Bila menyimak lirik lagu ini, ada kesan Purdy ingin menjauh dari ketegangan politik di tanah kelahirannya ke dunia biara yang lebih memberi kedamaian. Sebagai wartawan, ia terlibat banyak dalam proses negosiasi konflik Irlandia Utara-Inggris yang sudah sangat lama. Namun, lagu tersebut juga memberi kesan bahwa Purdy sedang membutuhkan bantuan. Dan bantuan itu hanya dapat ia peroleh dari Tuhan.

     

    Memang terdapat spekulasi yang mengaitkan pengunduran diri Martina Purdy dengan mundurnya sejumlah presenter perempuan di BBC Irlandia Utara. Sebelumnya, yang sudah mengundurkan diri adalah presenter olah raga, Denise Watson, penyiar berita, Sarah Travers, editor berita, Angelina Fusco dan reporter Natasha Sayee.

     

    Berbeda dengan motif dan alasan pengunduran diri Purdy yang masih samar, Jaeger memiliki motivasi dan alasan yang lebih terang. Jaeger membiara karena sejak kecil ia merasakan itulah panggilannya. Namun, faktor lain yang tidak kalah penting ialah persaingan di dunia tenis yang ia rasakan sangat ganas. Ini menyebabkan ia merasa kehilangan kasih termasuk dari orang-orang dekatnya. Apalagi ia dilatih oleh ayah kandungnya sendiri yang menerapkan disiplin ketat. Acap kali ia dipukul dengan ikat pinggang untuk menuntut disiplinnya.

     

    “Sangat sulit bagimu bila ayah sendiri yang menjadi pelatih. Sebab, kamu akan kehilangan sifat kebapa-annya,” kata Jaeger.***


     

    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.