• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 07 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    TKI Jadi Persoalan Besar di NTT
    ALBERTO | Jumat, 17 Oktober 2014 | 22:13 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    TKI
    Sekda Provinsi NTT, Fransiskus Salem

     

    Kupang, Flobamora.net - Sekretaris Derah (Sekda) Provinsi NTT, Frans Salem mengatakan, Tenaga Kerja menjadi persoalan besar karena NTT meruapakan daerah pengirim tenaga kerja terbanyak saat ini.

     

    Hal ini dikatakan Frans Salem ketika rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD NTT terkait 23 TKW yang saat ini tinggal di “Rumah AMAN” dan 119 TKW yang baru dipulangkan dari Jakarta setelah digrebek beberapa waktu lalu di Tanggerang dan Bekasi.

     

    “NTT merupakan daerah pengirim TKI/TKW terbanyak saat ini, sehingga persoalan tenaga kerja ini sudah menjadi persoalan besar yang kita hadapi,” ujar Frans Salem, saat RDP di Ruang Fraksi Gabungan Persatuan dan Keadilan, Jumat (17/10).

     

    Anggota DPRD NTT, Mercy Piwung dari Partai Hanura pada kesempatan tersebut mengaku prihatin dengan nasib anak-anak NTT yang menjadi korban perdangan orang atau human trafficking. Untuk itu dirinya meminta semua pihak agar tidak menganggap remeh persoalan ini. Selain itu Para pengambil kebijakan juga harus tegas menjalankan atruan sehingga mengeliminir persoalan TKI.

     

    “Kita tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ini. Anak-anak ini tidak mau lagi dipulangkan ke PJTKI karena mereka merasa diperlakukan tidak adil sehingga kita minta supaya mereka segera dipulangkan ke kampungnya masing-masing,” kata Mercy.

     

    Anggota DPRD NTT lainnya, Abraham Litinau dari fraksi Gerindra mendesak Pemerintah Provinsi agar untuk sementara pengiriman TKI dihentikan. “Saya minta hentikan dulu pengiriman TKI dan benahi struktur yang ada sehingga persoalan yang sama tidak terjadi berulang-ulang,” tandasnya.

     

    Sementara Ketua Fraksi Hanura, Jimmy Sianto meminta agar DPRD membentuk Panitia Khusus (Pansus) terkait persoalan TKI di NTT. “Persoalan YKI ini sudah terjadi berulangkali sehingga saya pikir perlu dibentuk pansus untuk mencari tahu apa penyebabnya. Kalau tidak diketahi penyebabnya maka saya yakin persoalan TKI ini tidak akan pernah selesai,” kata Jimmy.

     

    Winston Rondo dari Fraksi Demokrat mengatakan, daerah NTT tidak maju dengan hanya mengandalkan devis dari TKI. Untuk itu perlu kerjasama yang baik antara pemerintah dan DPRD serta berbagai steakholder bagaimana menelisik persoalan yang melanda para TKI.

     

    “Saya pikir, kita tidak akan maju hanya dengan amngandalkan devisa dari pengiriman TKI. Karena kenyataanya, selama ini begitu banyak persoalan TKI yang terjadi sehingga memberi kesan buruk bagi NTT,” ujarnya.

     

    Menanggapi permintaan para anggota DPRD, Sekda NTT, Frans salem berjanji akan segera memulangkan para TKI ke kampungnya masing-masing.

     

    “Selain itu, Pemprov NTT akan menggelar rapat koordinasi dengan Pemkot/Pemkab se-NTT untuk membahas masalah pengiriman TKW.  Dan untuk lebih fokus dalam mengatasi masalah ini maka koordinator Pokja akan dialihkan ke Dinas Nakertrans Provinsi NTT,” katanya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.