• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 13 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Atasi Kekurangan Air, NTT Butuh 4000 Embung
    ALBERTO | Minggu, 26 Oktober 2014 | 13:35 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Atasi
    Waduk Tilong

     

    Kupang, Flobamora.net - Kepala Dinas Pekerjaan Umum NTT, Andre W. Koreh mengatakan, mengatasi kekurangan air akibat kemarau panjang kerusakan DAS di daerah ini dibutuhkan sekitar 4000 lebih embung besar dan kecil sebagai tempat penampung air untuk kebutuhan manusia, ternak dan tanaman hortikultura lainnya.



    "Hingga 2013 di NTT baru memiliki sekitar 800 buah embung dari total kebutuhan sebanyak 4000 buah embung. Jadi embung yang masih kurang sangat banyak," kata Andre di Kupang, Sabtu (25/10).

     

    Existing sarana dan prasarana sumber daya air yang ada, jelas Andre, baru memberikan kontribusi produksi beras di NTT sekitar 340-350 ribu ton per tahun atau mencapai 70 persen lebih dari total kebutuhan mendekati 450-500 ribu ton per tahun.

    Sementara, katanya, areal irigasi potensial seluas 295.262 hektare, yang sudah berfungsi seluas 126.168 ha yang meliputi irigasi teknis seluas 28.362 hektare, irigasi sederhana seluas 97/806 hektare.

     

    Masih menurut Andre, pemerintah telah membangun Waduk Tilong untuk suplesi air irigasi seluas 1.484 ha dan untuk meningkatkan indeks pertanaman pada 40 kawasan daerah irigasi telah teridentifikasi 29 calon waduk suplesi irigasi.

    "Terdapat 63.245 ha sawah tanah hujan dengan produksi lebih dari 1,5 ton gabah kering giling per hektar dan sering mengalami gagal panen karena kekurangan air hujan. Untuk itu perlu dikembangkan embung irigasi untuk suplesi irigasi tanah hujan. Untuk itu telah dibangun 24 buah embung irigasi dari rencana 60 buah," terang Andre.

    Sejak tahun kemarin, kata Andre lagi, terdapat 94 sungai rawan bencana banjir sedangkan prasarana pengendalian banjir yang ada belum memadai. Selain itu, pengembangan air tanah saat ini mencapai 1.289 sumur untuk manfaat 12.541 hektar dan air bersih untuk 9.270 KK dari rencana 7.891 sumur.

    Dia menambahkan, permasalahan dan tantangan dalam upaya pengembangan sumber daya air di NTT antara lain, degradasi DAS yang meningkat dari waktu ke waktu mengakibatkan kondisi debit sungai semakinmenurun.

     

    “Kondisi ini berdampak pada penurunan itensitas dan luas tanam atau panenan, gagal tanam atau gagal panen,” paparnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.