• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Travel
     
    Paris, Tepian Sungai Seine, Perancis
    YOHANES LANGGAR BILLY | Jumat, 31 Oktober 2014 | 16:50 WIB            #TRAVEL

    Paris,
    Dok Web - Menara Eiffel - salah satu monumen di Paris, Situs Warisan Dunia

     

     
    Flobamora.net – Tepian sungai Seine ditata dengan rangkaian-rangkaian karya agung. Dari Louvre sampai ke Menara Eiffel, dari Place de la Concorde sampai ke Grand dan Petit Palais, evolusi Paris dapat disaksikan dari sungai Seine. Katedral Notre-Dame dan Sainte Chapelle masing-masing merupakan maha karya arsitektur, sementara alun-alun besar Baron Haussmann dan bulevar-bulevarnya memengaruhi perencanaan kota akhir abad ke-19 dan ke-20 ke seluruh penjuru dunia.

     

    Paris adalah kota sungai. Sejak pembangunan tempat-tempat hunian pertama manusia pada jaman pra-sejarah dan distrik-distrik suku Parisii, sungai Seine memainkan peran pertahanan keamanan dan ekonomi. Kota Paris bersejarah yang ada sekarang, yang berkembang antara abad ke-16 dan khususnya, abad ke-17, menunjukkan evolusi hubungan antara sungai dan orang-orangnya: untuk pertahanan, untuk perdagangan, untuk berplesir, dan lain-lain.

     

    Paris dan sungai Seine secara lambat laun ditaklukkan melalui serangkaian tindakan: penghubungan dua pulau kecil, Île de la Cité dan Île Saint-Louis, dengan tepi sungai; penciptaan jalan-jalan utama utara-selatan; instalasi-instalasi sepanjang aliran sungai; pembangunan dermaga-dermaga; dan menjadikan sungai Seine sebuah terusan.

     

    Sama halnya, walaupun tembok-tembok pertahanan keamanan sudah lenyap, tetapi jejak-jejak keberadaannya masih dapat disaksikan melalui ukuran dan ruang gedung-gedungnya yang berbeda-beda. Di distrik Marais dan di Île Saint-Louis, ukuran dan ruang gedung-gedungnya lebih rapat atau tertutup sedangkan di distrik Louvre lebih terbuka.    

     

    Di luar Louvre terdapat sejumlah pembangunan klasik utama yang terletak sepanjang tiga sumbuh tegak lurus yang melintangi sungai Seine: Palais Bourbon, Condorde dan Madeleine; Les Invalides dan Grand dan Petit Palais; dan Champ de Mars, École Militaire dan Palais de Chaillot. Kumpulan monumen-monumen ini dipandang sebagai entitas geografis dan bersejarah. Kumpulan bangunan-bangunan ini merupakan contoh menakjubkan arsitektur tepi sungai kota, di mana strata sejarah disusun secara harmonis.

     

    Rancangan tata kota Haussmann, yang menandai bagian barat kota Paris, menginspirasi pembangunan kota-kota besar di Dunia Baru, secara khusus kota-kota besar di Amerika Latin. Menara Eiffel dan Palais de Chaillot adalah saksi hidup eksibisi universal yang luar biasa yang memiliki arti hebat di abad ke-19 dan ke-20.

     

    Beberapa bangunan, seperti Notre-Dame merupakan referensi defenitif penyebaran konstruksi Gothic, sementara Place de la Concorde atau pemandangan (melalui celah-celah pepohonan) di Invalides (nama bangunan hotel) memengaruhi pengembangan ibukota-ibukota di Eropa. Distrik Marais dan Île Saint-Louis memiliki kumpulan arsitektur yang berkaitan satu dengan lainnya yang dapat disaksikan melalui bangunan-bangunan abad ke-17 dan ke-18: Hôtel Lauzun dan Hôtel Lambert, Quai Malaquais dan Quai Voltaire. 


     


    Sumber: The World`s Heritage, UNESCO 2011, p 360
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.