• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Ada Kemungkinan Korban Kedua dari Pembunuhan di Hongkong Juga WNI
    ANA DEA | Selasa, 04 November 2014 | 07:36 WIB            #INTERNASIONAL

    Ada
    Ilustrasi

     
    HONGKONG, FLOBAMORA.NET - Polisi Hongkong, Senin (3/11/2014), mendakwa bankir berkewarganegaraan Inggris membunuh dua perempuan.

    Salah satu korban pembunuhan itu dipastikan sebagai warga negara Indonesia. Ada kemungkinan korban kedua juga warga negara Indonesia.

    Pembunuhan ini mengguncang Hongkong, pusat keuangan Asia yang menggenggam reputasi kota aman dengan tingkat rendah kejahatan maupun kekerasan.

    Rurik George Caton Jutting (29), bankir itu, muncul sebentar di sidang pendahuluan, hanya untuk menyatakan bahwa dia memahami tuntutan dua pembunuhan yang dikenakan kepadanya.

    Kronologi kasus

    Kepolisian mengatakan Jutting memanggil kedua perempuan itu ke apartemennya pada Sabtu (1/11/2014) pukul 03.42 waktu setempat. Apartemen Jutting berlokasi di Wanchai, daerah "lampu merah" setempat.

    Dokumen pengadilan menyebutkan kewarganegaraan Jutting, dan statusnya masih disebut sebagai bankir dari Bank of America. Namun, Juru Bicara Bank of America Paul Scanlon, Minggu (2/11/2014), menyatakan Jutting sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya itu tanpa merinci keterangannya lebih lanjut.

    Kepolisian mengatakan petugas mereka mendobrak apartemen Jutting dan mendapati seorang perempuan tak bereaksi, berumur antara 25 sampai 30 tahun, dengan luka di leher dan pantat. Dia dinyatakan meninggal seketika.

    Saat menyelidiki kematian perempuan itu, polisi menemukan sebuah koper di balkon apartemen. Isinya, jasad perempuan yang diduga mati karena luka di leher, dan saat ditemukan sudah mati beberapa hari.

    Identitas korban

    Polisi menyita pula sebuah pisau dari apartemen Jutting. Dokumen perkara ini menyebutkan jasad di dalam koper adalah Sumarti Ningsih yang dinyatakan tewas pada 27 Oktober 2014. Satu korban perempuan lain belum diketahui identitasnya.

    Juru bicara Konsulat Indonesia Kata Sam Aryadi memastikan Sumarti berasal dari Cilacap, Jawa Tengah. Dia menambahkan, konsulat bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk mengungkap identitas korban kedua.

    Media lokal dan Penasihat Asosiasi Buruh Migran Indonesia di Hongkong, Enni Lestari, menduga korban kedua juga berkewarganegaraan Indonesia.

    "Kami sekarang berusaha untuk menemukan keluarga korban dan kami mencoba untuk mengabarkan tentang situasi yang sangat menyedihkan ini," kata Aryadi. Dia menambahkan, Sumarti tercatat masuk ke Hongkong pada 4 Oktober 2014 dan izin tinggalnya berlaku sampai 3 November 2014.

    Selama penampilan pengadilan singkat di Pengadilan Magistrates Timur, dua tuduhan pembunuhan oleh Jutting dibacakan. Jawaban singkat Jutting terlontar dengan nada suara tenang. Pengadilan memenuhi permintaan Jutting untuk penahanan di tahanan detensi daripada di tahanan kepolisian, tanpa ada penjelasan rinci soal permintaan khusus ini.

    Sidang kasus ini akan dilanjutkan kembali pada 10 November 2014. Kasus ini menyingkap pula bahwa Jutting adalah alumnus Cambridge University, bergabung dalam klub dayung kampus, dan menjadi sekretaris di komunitas sejarah kampus.

    Jutting bekerja untuk Bank of America Merrill Lynch di Hongkong sejak Juli 2013. Berdasarkan data dari akun LinkedIn-nya, sebelum di Hongkong dia bekerja di London Inggris, untuk Barclays, selama sekitar tiga tahun.

    Hongkong, wilayah bekas koloni Inggris yang merupakan salah satu pusat keuangan di Asia, adalah "rumah" bagi banyak ekspatriat yang bekerja sebagai sebagai bankir, pengacara, akuntan, dan guru.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.