• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Travel
     
    Kota Muslim Marrakesh, Moroko
    YOHANES LANGGAR BILLY | Selasa, 04 November 2014 | 16:29 WIB            #TRAVEL

    Kota
    Dok Web - Menara Masjid Koutoubia, salah satu monumen di Marrakesh, Situs Warisan Dunia

     

    Flobamora.net – Marrakesh adalah contoh sesungguhnya ibukota Islam besar di belahan barat Afrika. Dengan jalan-jalan sempitnya yang berpagar, rumah-rumah, pasar-pasar, hasil-hasil ketrampilan tangan, dan kegiatan-kegiatan perdagangan, serta medina-nya (bagian kota tua yang berbeda dari yang lain di negara-negara Afrika Utara), pemukiman kuno ini adalah contoh luar biasa kota bersejarah yang bergairah.

     

    Didirikan pada 1070-2 oleh orang-orang Almoravid, Marrakesh telah menjadi ibukota sesungguhnya bagi orang-orang nomaden ini dan merupakan pusat politik, ekonomi, dan budaya di dunia Muslim bagian barat dari Afrika Utara sampai ke Andalusia. Selama dua abad berikutnya Marrakesh memainkan peranan yang menentukan dalam pengembangan rancangan perkotaan.

     

    Di Marrakesh, sebagaimana di kota-kota Afrika Utara, medina adalah bagian kota yang tertua dan merupakan bagian kota yang ditemboki. Tata ruang orisinil medina-nya Marrakesh berasal dari masa orang-orang Almoravid di mana di sana masih dapat disaksikan berbagai peninggalan bangunan. Tembok-tembok medina dibangun pada 1126-7 dan dipercaya bahwa suku bangsa Almoravid menanam pohon-pohon palma yang masih tumbuh subur di sana yang tersebar sepanjang 1.3 km2 bagian timur kota.

     

    Suku bangsa Almohad Berber mengambil alih Marrakesh pada 1147 dan menghancurkan gedung-gedung para pendahulunya. Marrakesh menjadi ibukota selama dua abad di bawah penguasa-penguasa Almohad dan Marrakesh mengalami kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

     

    Suku bangsa Almohad membangun Masjid Koutoubia di bekas bangunan-bangunan orang-orang Almoravid. Menaranya yang tak tertandingi, kunci arsitektur Muslim, merupakan salah satu fitur utama pemandangan kota dan simbol kota. Mereka membangun pusat-pusat kota baru, memperpanjang tembok kota, menemboki Kasbah (benteng) yang merupakan perluasan kota ke arah selatan lengkap dengan kubu-kubunya sendiri, pintu gerbang (Bab Agnaou, Bab Robb), masjid-masjid, istana, rumah sakit, tempat parade, dan taman-taman. Para pemimpimnya memperkuat kekuasaannya atas wilayah-wilayahnya dengan menanam tanaman-tanaman umur panjang dan dengan pencapaian dalam bidang teknik sipil seperti pembangunan Jembatan Tensift.

     

    Walaupun Marrakesh mengalami kemerosotan setelah orang-orang Almohad kehilangan kekuasaan pada 1269, gedung-gedung terkenal, seperti Masjid Ben Salih dan menaranya, masih terus dibangun.

     

    Pembangunan kembali ibukota ini dibawah kekuasaan suku bangsa Saadian dari 1510-1669 membawa perkembangan baru dunia seni dan sejak abad ke-17 dan seterusnya, penguasa-penguasa Marrakesh bersuku bangsa Alawite menambahkan ke tatanan kota ini sebuah masjid baru, sekolah-sekolah (madrasas), istana-istana dan pemukiman-pemukiman, yang semuanya terintegrasi secara harmonis dengan kota tuanya.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.