• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 23 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Potret Pimpinan DPRD NTT Sangat Istimewa
    RISKY ALBERTO | Rabu, 12 November 2014 | 14:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Potret
    DPRD NTT

     

    Kupang, Flobamora.net - Gubernur  NTT, Frans Lebu Raya mengatakan, potret pimpinan DPRD NTT periode 2014- 2019 terbilang istimewa bila dibanding realita demokrasi sejak NTT dibentuk tahun 1958 sampai saat ini.

     

    Pasalnya, pada periode ini rakyat NTT memberi mandat kepada keempat pemuda daerah ini sebagai pimpinan. Ini juga menggambarkan rakyat NTT mempertontonkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

     

    “Dipundak mereka, rakyat daerah meletakkan harapannya, untuk bermitra, mengawasi dan terlibat dalam penyelenggaraan pemerintah di daerah ini,” kata lebu Raya pada cara pengambilan sumpah pimpinan DPRD NTT periode 2014 - 2019di Kupang, Rabu (12/11).


    Dia menyampaikan, dengan pengambilan sumpah/janji empat pimpinan dewan, maka melengkapi unsur pimpinan dewan yang selama ini dilaksanakan oleh pimpinan sementara.

     

    Menurutnya, keempat pimpinan dewan, bukan lagi mewakili agama, partai politik, apalagi kepentingan pribadi dan golongan. Eksistensi mereka diorientasikan pada tersalurnya aspirasi rakyat NTT, terselenggaranya pemerintahan, terpenuhi kebutuhan dan pengendalian anggaran untuk hidup rakyat NTT yang makin bermartabat.

     

    Dia menuturkan, apapun kondisi yang akan terjadi, kolaborasi ini member energi baru dalam dinamika kehidipan demokrasi saat ini, yang cenderung menggerus kebersamaan,persaudaraan dan kegembiaraan bersama. Hal ini, karena momentum tersebut adalah sebuah anugerah.

     

    “Dengan berbagai keistimewaan dan kekhasan ini, seluruh masyarakat NTT berharap banyak pada pimipinan DPRD yang baru untuk meningkatkan hasil pembangunan yang sudah ada, meminimalisir kendala yang masih ada serta memberikan berbagai input perbaikan agar masyarakat semakin menikmati hidup yang lebih baik,” paparnya.

     

    Kata dia, ada pula beberapa fenomena yang masih perlu disikapi secar arif, seperti kekuarangan air dan mengeringnya sumber air karena penggundulan hutan serta musim kemarau ekstrem, lahan semakin sempit karena pertambahan penduduk, konversi lahan pertanian untuk pemukiman, terkikisnya budaya gotong rotong dalam bertani, perubahan pola kepemilikan lahan, masalah TKI dan TKW, pertambangan serta masalah sosial lainnya.***     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.