• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kapolda NTT : Proses Hukum Bupati Ngada Jalan Terus
    ALBERT R. | Rabu, 15 Januari 2014 | 12:00 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kapolda
    Kapolda NTT, Ketut Untung Yoga Ana

     

     
    Kupang, Flobamora.net- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Brigjen Polisi I Ketut Untung Yoga Ana, menegaskan, proses hukum terhadap Bupati Ngada Marianus Sae yang diduga memerintahkan sejumlah anggota Sat Pol PP daerah itu memblokade bandara, terus dilakukan.

    "Proses hukum terus kita jalankan, dan saat ini kita sedang melengkapi berkas  pemeriksaan itu untuk segera dilimpahkan ke jaksa penuntut umum," kata Untung Yoga kepada wartawan di Kupang,Rabu (15/1).

    Penegasan Kapolda NTT itu, menjawab desakan masyarakat di Kabupaten Ngada melalui para kepala desa untuk memberhentikan penyidikan dan menghapus status tersangka kepada Bupati Ngada.

    Menurut Untung Yoga, proses hukum yang dilaksanakan oleh penyidik, akan terus berlanjut hingga kasus tersebut diputuskan oleh lembaga peradilan, untuk memperoleh keadilan. "Dan untuk hal itu, kita lakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku," jelasnya.

    Dia mengatakan, pihak penyidik tidak akan menghentikan proses hukum ini, karena telah terjadi perbuatan pidana sebagaimana yang diamanatkan oleh Pasal 421 KUHP, tentang penyalahgunaan kekuasaan.

    Dalam kasus penutupan bandar itu, lanjut dia, telah terjadi penyalahgunaan  kewenangan yang dilakukan oleh Bupati Ngada Marianus Sae, dengan memerintahkan sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja daerah itu untuk meblokade Bandara Turelelo, pada Sabtu (21/12/2013) lalu.

    "Jadi prinsipnya proses hukum akan jalan, sesuai prosedur hukum yang berlaku," katanya.

    Kepala Desa Rakalaba, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada Romaldus Ngei yang  ditemui di Mapolda NTT mengaku, bersama-sama 135 kepala desa lainnya, akan melumpuhkan aktivitas pemerintahan di daerah itu, jika proses hukum terhadap Bupati Ngada terus dilakukan penyidik Polda NTT.

    "Kami sudah sepakati hal itu dan sudah kami komunikasi dengan Bapak Kapolda melalui petisi kami yang ditandatangani oleh 135 kepala desa dan sekitar 80 ribu masyarakat di Ngada," katanya dan mengaku sudah menyerahkan petisi itu kepada Kapolda NTT bersama beberapa kepala desa sebagai perwakilan dari Ngada.

    Menurut dia, yang dilakukan Bupati Ngada itu karena untuk memperjuangkan  kepentingan masyarakat di daerah itu. "Karena beliau (bupati) harus mengikuti  sidang penutupan APBD yang nantinya untuk kepentingan kami masyarakat. Karena itu dia (bupati) tidak bisa disalahkan dan diproses secara hukum," katanya tegas.

    Bupati Marianus Sae ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah memerintahkan petugas Satpol PP Ngada untuk memblokade Bandara Turelelo Soa pada Sabtu (21/12/2013). Perintah ini muncul karena Marianus tidak mendapat tiket pesawat  Merpati Nusantara Airlines rute Kupang-Bajawa.

    Akibat tindakan otoriter itu, pesawat Merpati dengan nomor penerbangan 6516 rute  Kupang-Bajawa yang mengangkut 54 penumpang tidak bisa mendarat. Pesawat tersebut  akhirnya terpaksa kembali ke Bandara El Tari, Kupang. Bandara ini diblokade mulai pukul 06.15 Wita hingga pukul 09.00 Wita. Otoritas  bandara tidak dapat berbuat banyak karena jumlah anggota Satpol PP Ngada yang menduduki landasan pacu bandara lebih banyak daripada petugas bandara.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.