• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 03 Agustus 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Terkait Kasus PLS, Penyidik KPK Geledah Dinas P dan K NTT
    ALBERTO | Senin, 17 November 2014 | 23:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Terkait
    Salah seorang penyidik KPK meminta keterangan pegawai pada Dinas P dan K NTT (Foto : seputar-NTT.com /Joey Rihi Ga)

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Tekad Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan kasus dana Pendidikan Luar Sekolah di Dinas P dan K NTT ternyata tidak main-main. Senin (17/11), sembilan penyidiknya melakukan penggeledahan di Kantor Dinas P dan K setempat.

     

    Penggeladahan diduga terkait dengan dugaan kasus korupsi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) tahun 2007 senilai Rp 70 miliar.

     

    Pantauan wartawan di Dinas Pdan K NTT, penggeledahan oleh penyidik KPK mendapat kawalan dari anggota Brimobda Kepolisian Daerah (Polda) NTT. Kedatangan penyidik ke kantor tersebut sempat membuat para PNS di sana terkejut.

     

    Sembilan penyidik KPK yang diketuai Hedrik Kristian langsung memasuki ruang Bidang PLS dan memerintahkan seluruh PNS menghentikan aktivitasnya, untuk melakukan penggeledahan.

     

    KPK mendatangi kantor Dinas P dan K menggunakan empat unit kendaraan dengan membawa tiga koper besar, yang diduga diambil dari Kejaksaan Tinggi NTT beberapa waktu lalu saat mengambilalih kasus dugaan korupsi itu. Penggeledahan ini diawasi aparat Brimob yang menjaga di setiap sudut kantor tersebut.

     

    Setiap pegawai yang hendak masuk keluar digeledah oleh petugas yang berjaga. Bahkan puluhan wartawan yang hendak meliput penggeledahan itu pun dilarang masuk untuk meliput. Pintu bagian depan kantor itu dijaga aparat keamanan.

     

    Kepala Bidang PLS Dinas P dan K NTT, Beni Wahon mengatakan KPK datang untuk mencocokkan dokumen dari KPK dan yang ada di bidangnya. “Seluruh handphone kami disita,” katanya.

    Dijadwalkan, Selasa, 18 November 2014, baru akan dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Hari ini pemeriksaan dokumen. Besok pemeriksaan saksi,” katanya.

     

    Informasi yang dihimpun media ini, penyidik KPK membawa berbagai dokumen dalam 3 koper termasuk tiga CPU yang dibawa dari salah satu ruangan. KPK akan berada di Kupang selama satu minggu dan berkantor di Polda NTT.

     

    Sementara itu, kepala Dinas P dan K NTT, Sinun Petrus Manuk yang dihubungi pada kesempatan terpisah mengatakan, dirinya sudah mengetahui pemeriksaan yang akan dilakukan penyidik KPK.

     

    “Saya masih tugas di Jakarta. Nanti malam baru kembali ke Kupang. Tadi ada staf yang melapor tentang penggeledahan itu. Saya hanya berpesan kepada mereka untuk kooperatif dan mendukung tugas penyidik,” katanya.

     

    Dia mengakui, pemeriksaan itu terkait dengan dugaan penyimpangan penggunaan dana PLS tahun anggaran 2007, yang juga diduga merugikan negara puluhan miliar rupiah.***   


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.