• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 20 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Angkot Mogok, Pelajar dan Mahasiswa Pulang Jalan Kaki
    LEX | Selasa, 18 November 2014 | 14:43 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Angkot
    Siswa yang harus berjalan kaki sepulang sekolah karena Angkot mogok

     

     

    Ende, Flobamora.net – Kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah semalam, telah mengakibatkan mogoknya angkutan kota di Ende. Mogoknya angkot menyebabkan para pelajar dan  Mahasiswa harus berjalan kaki saat pulang sekolah atau kampus. Bukan itu saja, para pegawai atau masyarakat umum harus menunggu angkutan ojek saat kembali ke rumah.

     

    Pantauan media ini, di jalan Wirajaya misalnya, siswa  SMAK Syuradikara, SMAN I, SMP Margot, SMP Santa Ursula dan dan mahasiswa STPM St. Ursula pulang jalan kaki.

     

    Beberapa siswa merasa kesal harus berjalan kaki, sementara yang punya kendaraan berboncengan hingga tiga orang. Ada juga orang tua yang menjemput anaknya di sekolah dan yang lainnya memilih menumpang ojek.

     

    “Yah karena tidak ada kendaraan mikrolet terpaksa naik ojek meski mahal,” sebut Maria siswa SMAN I Ende. Dia menyebutkan, tidak mengetahui aksi para sopir yang memarkir kendaraan di rumah dan memilih untuk tidak mengangkut penumpang.

     

    Elisabeth, siswa SMAK Syuradikara mengatakan, dirinya menunggu jemputan orang tua karena dia sudah tahu ada mogok angkot sehingga meminta orang tuanya menjemput di sekolah.

     

    Salah seorang tukang ojek, Muhamad Tenggo mengatakan, dia menetapkan tariff sesuai dengan kenaikan BBM yakni Rp. 2000. Dia menyebutkan untuk pelajar ia kenakan Rp.3000 sebelumya Rp.1000 dan untuk dewasa atau umum Rp.5000 sebelumya Rp.3.000 atau Rp.4.000.

     

    “Terpaksa saya naikkan tarif. Semuanya karena kenaikan BBM,“ kata Tenggo yang mengatakan semalam dia antre di SPBU untuk mengisi premium.

     

    Meski demikian, dia mengakui keberadaan ojek belum diatur secara resmi. Berbeda dengan angkutan kota yang berpatokan pada tarif angkutan kota yang ditetapkan pemerintah.

     

    “Saya ikut saja tarif angkutan kota yang dikeluarkan pemerintah, apalagi ojek sampai sekarang tidak tercatat sebagai kendaraan angkutan penumpang di Kabupaten Ende,” katanya.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.