• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Kebijakan Pemadaman Bergilir Lantaran Krisis Daya Listrik
    ALBERTO | Rabu, 19 November 2014 | 13:32 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Kebijakan
    GM PLN Wiayah NTT, Richard Safkaur

     

    Kupang, Flobamora.net - Kebijakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pemadaman bergilir untuk wilayah Kota Kupang dan sekitarnya lantaran mengalami defisit daya listrik sebanyak 17 mega watt (MW).

     

    “Saat ini kami mengalami defisit daya listrik sebanyak 17 mw. Itu murni dari pembangkit listrik Kuanino dan Tenau,” kata General Manajer PLN Wilayah NTT, Richard  Safkaur dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD NTT, Rabu ( 19/11).

     

    Menurutnya, untuk melayani sistem Kupang PLTD Kuanino dan Renau memasok daya lstrik 40 MW. Setelah terkoneksi dengan PLTU unit 1 posisi daya listrik menjadi 53,8 MW.

     

    Meski ada dukungan dari PLTU Bolok unit satu, kata dia, beban puncak dari pukul 18.00 – 23.00 Wita tersedot hingga 54 MW. Jika nantinya beroperasi PLTU unit 2 tambahan baya menjadi 66,8 MW.

     

    “ Daya listrik PLN untuk wilayah Kota Kupang dan sekitarnya sebanyak 48 MW. Namun, khusus Bulan Oktober dan November terjadi lonjakan pemakaian dari konsumen hingga beban puncaknya mencapai 54 MW,” jelasnya.

     

    Beban puncak ini, katanya, tidak hanya terjadi pada malam hari, namun juga siang hari. Beban puncak siang hari mencapai 48.050 kilo waat (kw), dari daya mampu 37.350 kw.

     

    Selain itu, katanya, ada sejumlah mesin pembangkit tenaga listrik milik PLN yang mengalami kerusakan. “Kami berupaya untuk segera memperbaikinya, sehingga bisa kembali normal,” katanya.

     

    Dia mengatakan, untuk Bulan Desember estimasi beban puncak mencapai 55 MW, sehingga pihaknya teah berkoordinasi dengan para pemilik hotel untuk bisa gunakan genset.

    Dia menuturkan, sistem Kupang saat ini yang terjauh yakni Sulamu, Tablolong, Buraen dan Baun. Sistem  Kupang ini, sebetulnya terkoneksi dengan Soe, tetapi karena alasan operasional sehingga hanya sampai di Camplong.

     

    “Krisis listrik di NTT bukan saja terjadi di Kupang tetapi juga Ende, Atambua dan Adonara. Kami menjamin akhir bulan ini sudah bisa diatasi,” paparnya.

     

    Sementara itu, salah seorang anggota DPRD NTT, Winston Neil Rondo meminta pihak PLN lebih transparan memberikan keterangan kepada masyarakat, karena apa yang dilakukan dalam dua bulan terakhir sungguh sangat menyakitkan.

     

    Kata Winston, PLN jangan berkelit dengan alasan kekurangan daya listrik tetapi, pelaggan punya hak untuk menayakan apakah kebijakan tersebut akan menambah keuntungan buat perusahaan listrik negara ini. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.