• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Krisis Air Bersih di TTS Mulai Teratasi
    ALBERTO | Rabu, 19 November 2014 | 13:37 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Krisis
    Bupati TTS, Paul V.R Mella

     

    Kupang, Flobamora.net - Bupati Timor Tengah Selatan, Paul V.R Mella mengatakan, krisis air bersih yang melanda wilayah tersebut sejak Juli hingga saat ini sudah mulai teratasi pemerintah dengan pendistribusian air dan pembangunan tandon.

     

    “Sejak Juli lalu tercatat ada sekitar 24 desa yang mengalami krisis. Kemudian pada Oktober sudah mencapai 174 desa. Wilayah krisis terparah ada adalah wilayah pedalaman lantaran hampir semua sumber air mengering,” kata Bupati Mella saat dihubungi, Rabu (19/11).

     

    Menurutnya, sejak dua buan lalu pemerintah daerah bersama beberapa intansi terkait lainnya seperti Balai Sungai Willayah Nusa Tenggara II, BPBD, Dinas Peternakan Provinsi NTT secara rutin melakukan pendistribusian air langsung ke desa yang mengalami krisis.

     

    Dia menjelaskan, untuk menangani masalah tersebut pemerintah daerah memanfaatkan dana tanggap darurat di APBD tahun 2014 agar bia membantu masyarakat yang kesulitan air bersih.

     

    “Untuk mendistribusikan air bersih, kami membaginya dalam beberapa zona yang dilayani mobil tanki, sehingga memudahkan petugas di lapangan,” katanya.

     

    Dia menyebutkan, bantuan mobil tangki untuk mendistribusikan air minum bagi masyarakat antara lain dari Pemkab TTS sebanyak lima unit, Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II tiga dan Dinas Peternakan Provinsi NTT satu unit mobil tangki.

     

    Ke depan, ujarnya, pemerintah sudah memrogramkan, rehalibiltas dan penghijauan lahan-lahan tandus di sekitar areal sumber mata air, pembuatan daerah tangkapan air di wiayah pedalaman dan mendorong masyarakat untuk mengubah pola bercocok  tanam dengan tidak lagi mengandalkan sistem tebas bakar.

     

    “Untuk jangka menengah, pemerintah berencana membangun sejumlah embung dan sumur di daerah – daerah yang selalu dilanda krisis,” pungkasnya.***     

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.