• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 01 Juni 2020

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Kenaikan Harga Barang Dinlai Masih Wajar
    ALBERTO | Senin, 24 November 2014 | 12:06 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Kenaikan
    Kadis Perindustrian dan Perdagangan NTT, Bruno Kupok

     

    Kupang, Flobamora.net - Kenaikan harga barang kebutuhan pokok di pasar-pasar di Kota Kupang pascapengumuman kenaikan harga bahan bakar (BBM) dinilai masih wajar. Kenaikan bahan-bahan kebutuhan itu tidak bisa dihindari karena itu hukum pasar.



    "Kenaikan itu tidak bisa dihindari. Tapi kita tetap awasi agar kenaikan itu tetap dalam batas yang wajar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Bruno Kupok di Kupang, Senin (24/11).

    Menurutnya, berdasarkan hasil pantaun Disperindag dalam beberapa hari terakhir di sejumlah pasar dalam Kota Kupang, ditemukan  tak ada kenaikan yang luar biasa sebagai ekses dari  kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah..

    Meskipun demikian, lanjut Bruno, pengawasan terhadap harga barang-barang tetap dilakukan guna mencegah terjadi kenaikan  tidak wajar. Bahkan, pengawasan itu sudah menjadi tugas Disperindag setiap hari, bukan baru ketika ada kenaikan harga BBM.

    "Kita punya tim yang bertugas untuk memantau harga barang setiap saat. Dan perkembangan harga di-update setiap hari. Jika terjadi kenaikan luar biasa, baru dibentuk tim khusus," kata Bruno.

    Mantan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT menegaskan, kenaikan harga barang tidak boleh melampaui besaran kenaikan tarif angkutan. Kenaikan yang melampau kenaikan tarif angkutan dianggap sebagai kenaikan yang tidak wajar.

    Ditanya jika ditemukan terjadi kenaikan tidak wajar, dia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua instansi terkait untuk menggelar operasi pasar. Rencananya operasi pasar akan digelar pada awal Desember, juga untuk mengantisipasi kenaikan harga barang menjelang Natal dan Tahun Baru.

    Bruno mengemukakan, sebanyak 17 komoditi yang terus dipantau  perkembangan harganya setiap hari. Data terakhir harga barang yang dirilis Disperindag NTT pascapengumuman kenaikan harga BBM, yang mengalami kenaikan yang signifikan yakni hanya cabe merah besar kriting dari harga Rp 25.667 menjadi Rp 59.166.

    Sementara komoditi seperti beras, gula pasir, minyak goreng, daging, telur ayam, susu, jagung, garam, terigu, kacang, mie instan, bawang, ikan, dan mentega, meski ada kenaikan namun relatif stabil.

    Mengenai stok beras dan bahan bakar minyak, Disperindag dalam laporannya tertanggal 20 Oktober menyebutkan stok beras se-NTT sebanyak 23 ribu ton. Sedangkan stok BBM se-NTT yakni minyak tanah 1.993,00 kiloliter, premium 6.614,00 kilo liter, solar 6.125,00 kilo liter, dan pertamax. Sebanyak 855,00 kilo liter.

    Pantaun di sejumlah pasar tradisional dan toko-toko sembako, harga barang-barang meski ada kenaikan, namun masih dalam batas wajar. Hal ini karena umumnya barang-barang itu masih stok lama.

    Harga beras kemasan 20 kilogram di toko sembako UD Gembira di Ruko Oebobo misalnya,  berkisar antara Rp 175 ribu hingga Rp 210 ribu. Sementara beras kemasan 10 kilogram yang sebelumnya Rp 100 ribu, sudah naik menjadi Rp 105 ribu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.