• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 30 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Rudy Soik Dituduh Terlibat Mafia Perdagangan Manusia
    ALBERTO | Selasa, 25 November 2014 | 15:06 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Rudy
    Brigpol Rudy Soik (Foto :Web)

     

    Kupang, Flobamora.net – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Itulah nasib yang dialami Brigadir Polisi (Brigpol) Rudy Soik sekarang ini.

     

    Upaya yang dilakukan mantan anggota satuan tugas mafia perdagangan orang atau human trafficking untuk membongkar praktik tersebut di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak membuahkan hasil. Dia malah mendapat “hukuman” betubi-tubi dari instansinya sendiri.

     

    Rudy yang kemarin, Senin 24 November 204 ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Penfui Kupang dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap Ismail Patty, hari ini dia kembali dituduh terlibat dalam mafia trafficking yang terjadi di daerah ini.

     

    Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) NTT, Komisasir Besar Polisi (Kombespol) Suhartono dalam keterangannya kepada wartawan di Mapolda setempat, Selasa (25/11) menjelaskan, Rudy diduga dimanfaatkan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) untuk menekan PJTKI lainnya, karena persaingan bisnis antara PJTKI di daerah itu.

     

    “Dia dimanfaatkan PJTKI untuk menekan PJTKI lainnya,” kata Wakapolda NTT Komisasir Besar Suhartono.

     

    Suhartono menjelaskan, terungkapnya perilaku Brigpol Rudy yang memperkuat tuduhan bahwa dia terlibat dalam mafia trafficking ini, berdasarkan hasil diskusi yang digelar Kompolnas di Jakarta.  “Hasilnya, Rudi akhirnya disebut sebagai orang yang terlibat dalam mafia trafficking di daerah ini,” tegasnya.

     

    Untuk mengusut keterlibatan Rudy itu, kata Wakapolda, anggota Propam Mabes Polri telah datang ke Kupang untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. Hasil pemeriksaan itu baru akan diketahui peran Rudy dalam mafia traffiking itu.

     

    Selain Rudy masih ada dua anggota Satgas Trafficking yang juga akan diperiksa Propam Mabes Polri. “Tunggu saja hasil pemeriksaan dari Propam seperti apa,” katanya.

     

    Kuasa hukum Rudy Soik, Ferdi Tahu membantah Rudi terlibat mafia trafficking. Justru Rudi yang membongkar mafia trafficking di daerah ini. “Jika terlibat, silahkan buktikan,” katanya.

     

    Rudy Soik memang sosok anggota Polri yang bekerja di Polda NTT sontak menjadi tenar ketika dia melaporkan atasannya Direktur Kriminal Khusus (Diresktrimsus) Polda NTT, Kombes Muhammad Slamet ke Ombudsman Pusat dan Kompolnas di Jakarta dengan tuduhan tidak menudukung upaya pemberantasan trafficking di NTT.

     

    Tidakannya itu kemudian dia dimutasi ke Polres Timor Tengah Selatan. Namun setelah datangnya Kapolda Baru, Brigjen Pol Endang Sunjaya, Rudy dikembalikan ke Polda NTT dan dia ditetapkan bersama beberapa temannya untuk menangani kasus trafficking di NTT.

     

    Namun setelah menjalankan tugasnya itu, pada tanggal 29 Oktober 204 dini hari dia melakukan penganiayaan terhadap Ismail Patty warga Adonara karena dia menduga Ismail adalah salah satu pelaku trafficking.

     

    Keluarga Ismail bersama Forum Anti Kekerasan (FAK) NTT menggelar aksi unjuk rasa menuntut Rudy Soik ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena telah melakukan penganiayaan terhadap Ismail.

     

    Rudy akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dan kemarin, Senin (24/11) dia ditahan di Rutan Penfui, Kupang.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.