• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    SPBU Mawarani Harus Segera Diselamatkan
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 25 November 2014 | 20:13 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    SPBU
    Ketua Fraksi PKP Indonesia DPRD Sikka, Alfridus Melanus Aeng

     

    Maumere, Flobamora.net - Kondisi stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pemkab Sikka yang terletak di Waidoko Kelurahan Wolomarang dalam beberapa tahun ini sudah sangat memprihatinkan.

     

    Aktifitasnya unit yang dikelola PD Mawarani boleh dibilang hidup enggan mati tak mau. Fraksi PKP Indonesia mengingatkan pemerintah untuk segera menyelamatkan SPBU tersebut.

               

    Ketua Fraksi PKP Indonesia Alfridus Melanus Aeng mengatakan PD Mawarani yang menglola SPBU ini justeru tidak mampu memberikan kontribusi atau nilai tambah bagi daerah, bahkan PD Mawarani sendiri mengalami kerugian.

               

    Fraksi ini pun menawarkan langkah solutif agar SPBU mampu memberikan kontribusi untuk daerah yakni melakukan kerja sama operasional (KSO) dengan pihak ketiga. Alfridus yakin dengan pola KSI daerah akan mendapatkan keuntungan yang pasti setiap tahunnya.

               

    “Lakukan KSO atau kerja sama dengan pihak ketiga, dan pengelolaannya dengan sistem bagi hasil, apakah 70:30 ataukah 60:40. Kami yakin daerah akan dapatkan keuntungan setiap tahun,” sarannya di Gedung DPRD Sikka, Sabtu (22/11).

     

    Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera dalamn kesempatan paripurna di gedung DPRD, Senin (24/11), mengakui bahwa sejak PD Mawarani beroperasi kembali, belum secara riil memberikan kontribusi dari laba perusahaan daerah sesuai tujuan pendiriannya.

     

    Meski demikian, Bupati Ansar Rera belum memiliki pandangan yang sama untuk melakukan KSO sebagaimana yang disarankan Fraksi PKP Indonesia.

     

    Dalam kajian yang dilakukan, lanjutnya, pemerintah telah memutuskan SPBU tetap dikelola oleh PD Mawarani dengan melakukan pengurangan tenaga kerja.

     

    “Pemerintah selaku pemilik perusahaan telah melakukan upaya berupa audit keuangan untuk mendapatkan kondisi objektif, dan saat ini berdasarkan hasil audit akuntan publik, pemerintah sedang melakukan kajian, dan memutuskan untuk unit ini tetap dikelola oleh PD Mawarani dengan mengurangi tenaga kerja,” jawan Bupati Ansar Rera.

     

    Satu hal yang juga menjadi sorotan pada PD Mawarani yakni penetapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Fred K. Djen sebagai Pelaksana Tugas Direktur.

     

    Pasalnya Fred K. Djen dengan jabatannya juga merupakan salah satu anggota Dewan Pengawas PD Mawarani. Fraksi PKP Indonesia mengkhawatirkan seorang anggota pengawas yang justeru akan mengawasi dirinya sendiri.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.