• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 30 November 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    5.000 Nelayan NTT Dapat Kartu dari Pemerintah
    ALBERTO | Rabu, 26 November 2014 | 11:18 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    5.000
    Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Abraham Maaulaka

     

     

    Kupang, Flobamora.net  – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP)Provinsi NTT sudah mencetak 5.000 kartu untuk mengansipasi pemberlakukan kartu BBM oleh pemerintah pusat bagi nelayan.


    "Kartu ini sebagai indentitas. Ada sekitar 17 ribu nelayan di NTT, dan kita sudah cetak 5.000-an kartu nelayan, kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Abraham Maulaka, Rabu (26/11).

    Dia mengatakan hal ini menjawab pertanyaan tentang rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan yang akan  memberlakukan kartu BBM bagi para nelayan pascakenaikan harga BBM.

    Maulaka mengaku, belum mengetahui fungsi kartu BBM bagi para nelayan karena belum ada penjelasan resmi. Namun kartu nelayan yang dicetak pihaknya sebagai indentitas yang dipakai untuk menentukan nelayan yang akan mendapatkan kartu BBM apabila sudah berlaku nanti.

    Ketua Asosiasi Nelayan Tradisional NTT, Haji Mustafa yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui manfaat kartu BBM untuk nelayan akan dikeluarkan Pemerintah Pusat.

    Namun dia berharap, kartu itu bisa memberikan kemudahan bagi para nelayan untuk mendapatkan  BBM. Hal ini karena masih banyak nelayan yang mengeluh sulit mendapatkan BBM untuk melaut.

    Dia mengaku, nelayan di Kota Kupang mengeluhkan keterbatasan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) pascapenguman kenaikan harga BBM. Pasalnya, rekomendasi untuk mendapatkan BBM sangat terbatas dan tidak mencukupi untuk kebutuhan  melaut. Untuk mendapatkan BBM yang cukup untuk kebutuhan melaut, pihaknya terpaksa harus membeli lagi  BBM  ke SPBU.

    Hal ini, katanya, karena terbatasnya BBM yang diperoleh dari  depo nelayan yang memang dikhususkan untuk melayani para nelayan. Karena jumlahnya terbatas, pihak depo membatasi pembelian oleh setiap nelayan.

    Dia mengaku, di depo nelayan Oesapa, misalnya, tidak cukup melayani para nelayan yang berjumlah lebih dari 1.000 orang. Sebagai solusi  Untuk mencukupi kebutuhan BBM, para nelayan harus meminta rekomendasi untuk membeli lagi ke SPBU.

    “Untuk sekali melaut yang memakan waktu dua minggu, satu kapal membutuhkan solar sebanyak dua drum atau setara 400 liter. Namun kebutuhan sebanyak ini tidak bisa dilayani oleh depo nelayan,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.