• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 06 April 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wilayah Perbatasan Jadi Kawasan Strategi Nasional
    ALBERT R. | Kamis, 16 Januari 2014 | 13:02 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wilayah
    Kepala BPP NTT, Paulus Manehat

     
    Kupang, Flobamora.net - Kepala Badan Pengelola Perbatasan (BPP) Provinsi Nusa Tenggara  Timur (NTT) Paulus Manehat mengatakan, pembangunan infrastruktur di wilayah  perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste tetap menjadi perhatian pemerintah karena menjadi beranda terdepan dengan negara tetangga.

    "Dalam lima tahun terakhir, wilayah perbatasan menjadi kawasan strategi nasional yang tetap menjadi perhatian pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste," katanya di Kupang, Kamis (16/1).

    Menurutnya, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTT tahun 2013  - 2018, kawasan perbatasan dan pulau-pulau terluar tidak bisa diabaikan begitu saja dalam konsep pembangunan daerah.

    Dia menyebutkan, kawasan perbatasan yang masih menjadi perhatian utama adalah Kabupaten Kupang dengan Distrik Oecusse, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan Distrik Oecusse, Kabupaten Belu dengan Distrik Bobonaro dan Kabupaten Malaka dengan Distrik Covalima.

    Sedangkan pulau terluar, sambungnya, antara lain Pulau Alor di  Kabupaten Alor , Batek di kabupaten Kupang, Ndana Rote di kabupaten Rote Ndao, Ndana Sabu di kabupaten Sabu dan Salura di Kabupaten Sumba Timur.

    Menjawab wartawan terkait masalah yang sering terjadio di wilayah perbatasan, khususnya menyangkut masalah tanah, Manehat mengatakan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mencari titik temu guna menyelesaikan masalah di perbatasan.

    "Memang selama ini ada beberapa titik tapal batas yang cukup rawan, terutama di wilayah Kabupaten TTU dan Kabupaten Kupang dengan Distrik Oecusse di beberapa titik yang kerap terjadi kekisruhan," ujarnya. 

    Dia mengakui masih ada lima titik di tapal batas antara Indonesia dengan Timor Leste yang membutuhkan penyelesaian secara bilateral, sehingga tidak lagi  menimbulkan persoalan di kemudian hari.

    Lima titik itu, tambahnya, adalah satu titik di Kabupaten Kupang dan empat titik di TTU. Semuanya dengan dengan Distrik Oecusse***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.