• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 24 Januari 2022

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Hati-hati, Seseorang Bisa Kena Diabetes Tanpa Ada Gejala 3P
    ANA DEA | Minggu, 30 November 2014 | 08:06 WIB            #GAYA HIDUP

    Hati-hati,
    Ilustrasi

     

     
    SINGAPURA - Diabetes biasanya ditandai dengan gejala banyak kencing (poliuria), banyak minum (polidipsi), dan banyak makan (polifagia) atau yang dikenal juga dengan sebutan 3P. Meski begitu, bisa juga seseorang terkena diabetes tanpa menunjukkan gejala tersebut.

    Dikatakan ahli endokrinologi Gleneagles Meeical Centre, Singapura Dr Lee Chung Horn, meski tak merasakan gejala 3P, ketika seseorang merasakan tubuh yang tidak nyaman, berat badan menurun, dan kelelahan pun patut dicurigai sebagai gejala diabetes.

    "Seringkali orang mengabaikan kelelahan yang dialami. Dianggapnya sebagai akibat kerja yang terlalu giat. Apalagi dibarengi dengan turun berat badan, meski tidak selalu diabetes tetapi patut diperiksakan apakah ada gangguan kesehatan lain," terang Prof Lee, ditemui di Suntec Singapore Convention&Exhibition Centre , Singapura, dan ditulis pada Senin (24/11/2014).

    Bahkan, Dr Lee mengatakan bisa saja yang dianggap gejala diabetes dan baru disadari keberadaannya merupakan komplikasi diabetes yang sudah terjadi. Ditemui di tempat yang sama, dr Indra Wijaya SpPD, MKes, dari RS Siloam Karawachi, mengatakan tren diabetes saat ini memang gejala 3P jarang ditemui.

    Justru tiba-tiba yang dialami pasien seperti berat badan tidak naik-naik, badan makin kurus, dan mata buram. Jika seperti itu, dikatakan dr Inda yang terjadi adalah sudah ada komplikasi diabetes tanpa dilalui gejala 3P.

    "Ada pasien saya umur 9 tahun dia kena diabet tapi nggak ada gejala 3P. Tapi dia mengalami daya ingat berkurang, cenderung ngantuk eh pas diperiksa dula darahnya 600, nah ini yang berbahaya," tutur dr Indra. Lantas, apa penyebab ada orang yang tidak mengalami gejala 3P terlebih dulu?

    "Saat ini sedang kita usahakan untuk dipantau dan diteliti. Yang pasti ini dipicu faktor saraf dan hormon masing-masing pasien yang berbeda-beda pastinya," tegas dr Indra.

    Untuk itu, Dr Lee menyarankan pentingnya program sosialisasi skrining diabetes setelah seseorang berusia di atas 40 tahun. Jika ada riwayat keturunan diabetes, skrining lebih baik dilakukan lebih awal yakni di usia 35 tahun.

     


    Sumber: health.detik.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.