• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi Tak Mau Banyak Pejabat Menyambutnya dan Mendampingi `Blusukan`
    ANA DEA | Senin, 01 Desember 2014 | 18:45 WIB            #NASIONAL

    Jokowi
    Warga pengungsi erupsi Gunung Sinabung menyalami Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai melakukan kunjungan di Desa Gurukinayan, Karo, Rabu (29/10/2014). Blusukan perdana Jokowi ke Tanah Karo tersebut untuk melihat kondisi pengungsi korban erupsi serta memberikan bantuan dan mencari solusi penyelesaian proses relokasi bagi warga korban. TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI

     

     

    JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta semua pejabat di daerah untuk tidak berbondong-bondong menjemputnya di bandara dan mendampinginya selama kegiatan blusukan. Jokowi meminta hal ini agar pemerintah daerah juga bisa belajar menghemat anggaran.

     

    Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengungkapkan, Presiden memanggil para stafnya pada Senin (1/12/2014) untuk merencanakan penghematan kunjungan kerja ke daerah hingga luar negeri. Jokowi, kata Pratikno, ingin tetap bisa melakukan blusukan, tetapi dengan penghematan.

     

    "Presiden ingin rombongan lebih kecil. Lalu, di daerah juga semua pejabat jangan ditradisikan menjemput, berjubel-jubel," kata Pratikno di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin.

     

    Pratikno menjelaskan bahwa penyambutan Jokowi oleh pejabat daerah justru memakan biaya besar. Selain itu, Jokowi juga mengkhawatirkan konvoi kendaraan dinas pemerintah daerah justru akan membuat kemacetan di jalan.

     

    "Menurut Presiden, itu malah lebih ribet. Inginnya hemat, tidak ada yang lain," imbuh Pratikno.

     

    Jokowi mulai melakukan penghematan perjalanan dinas dengan merampingkan jumlah rombongan. Pada saat melakukan kunjungan luar negeri ke Beijing, Tiongkok, awal November lalu, Jokowi hanya membawa 46 orang.

     

    Rombongan itu sudah terdiri dari Pasukan Pengamanan Presiden, ajudan, protokoler, wartawan, dan menteri terkait.

     

    Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan rombongan yang dibawa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang mencapai 75 orang setiap kali kunjungan ke luar negeri.


     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.