• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 27 November 2021

     
    Home   »  Opini
     
    Kebaikan Tahu Jalan Pulang
    YOHANES LANGGAR BILLY | Kamis, 16 Januari 2014 | 22:50 WIB            #OPINI

    Kebaikan
    Dok/Web

     

     

    John Rockefeller pernah berujar, “Saya akan rela membayar lebih banyak untuk memperoleh kemampuan berinteraksi dengan sesama dari pada menginvestasikan uang saya untuk memperoleh kemampuan yang lain di bawah langit ini.”

     

    Kita tidak pernah punya business problems. Yang ada sebenarnya adalah people problems. Bila masalah yang berkaitan dengan sesama terpecahkan secara substansi masalah yang berkenaan dengan pekerjaan juga terselesaikan. People knowledge lebih penting dari product knowledge.

     

    Orang-orang berhasil membangun kepribadian yang menyenangkan dan memikat yang menjadikan mereka berkepribadian karismatik. Dengan demikian mereka berkemampuan membangun kerja sama dengan orang lain secara menyenangkan. Mudah untuk mengenali pribadi yang menyenang tetapi sulit didefinisikan.

     

    Pribadi yang demikian hanya bisa nampak dari cara mereka berjalan, bicara, nada suaranya, kehangatan perilakunya dan tingkat kepercayaan dirinya. Sebagian orang selalu tampil menarik walaupun usia yang sudah mulai lanjut karena daya tariknya mengalir dari wajah dan hati mereka.

     

    Pribadi yang menyenangkan merupakan kombinasi sikap, perilaku, dan ekspresi seseorang. Mengenakan ekspresi yang menyenangkan jauh lebih penting dari pada mengenakan hal-hal lain. Hubungan yang didasarkan pada talenta dan kepribadian saja, tanpa karakter menyengsarakan hidup. Berkarisma baik tapi karisma tanpa karakter bagiakan memiliki penampilan menarik tanpa kebaikan. Pada dasarnya, kombinasi yang mampu bertahan lama dan memenangkan membutuhkan karakter dan karisma secara bersama-sama.

     

    Hidup adalah gema

    Seorang anak marah kepada ibunya dan meneriaki ibunya, “I hate you, I hate you.” Karena takut dimarahi diapun lari meninggalkan rumah. Dia berlari menuju lembah di dekat rumahnya dan kembali berteriak, “I hate you, I hate you,” dan terdengar suara bergema, “I hate you, I hate you.”

     

    Ini pengalaman pertama anak tersebut mendengar suara bergema. Dia menjadi takut, lalu lari minta perlindungan ibunya dan memberitahu ibunya bahwa ada seorang anak nakal di lembah yang berteriak “I hate you, I hate you.” Ibunya mengerti apa yang dimaksud dan meminta putranya kembali ke lembah itu lagi dan berteriak, “I love you, I love you.”

     

    Anak itu kembali ke lembah dan berteriak, “I love you, I love you,” dan dia mendengar gema suaranya. Peristiwa tersebut telah mengajarkan sesuatu kepada anak tadi --- bahwa hidup kita ibarat suara yang bergema: Kita mendapatkan apa yang kita beri.

     

    “Bila Anda baik kepada orang lain, Anda memberikan yang terbaik bagi diri Anda,” ujar Benjamin Franklin.

     

    Hidup adalah boomerang

    Apakah itu pikiran, tindakan atau perilaku kita, cepat atau lambat, akan kembali kepada kita tanpa meleset sedikitpun. Perlakukan orang dengan hormat bila karir Anda sedang meningkat karena Anda akan bertemu dengan mereka lagi bila karirmu menurun.

     

    Kisah berikut diambil dari The Best of … Bits & Pieces (Economics Press, Fairfield, NJ, 1994, p. 84-85).

     

    Beberapa puluh tahun yang lalu dua orang anak muda bersusah payah menyelesaikan studi mereka di Stanford University. Keuangan mereka menipis. Lalu, muncullah ide, mereka meminta Ignacy Paderewski mengadakan resital piano. Keuntungan yang mereka peroleh dari pertunjukkan piano nanti akan mereka gunakan untuk membayar sewa tinggal mereka dan uang kuliah.

     

    Manajer pianis terkenal tersebut meminta jaminan 2000 dollar AS. Jumlah uangnya tidak sedikit pada masa itu tetapi kedua anak muda ini nekat dan melanjutkan mempromosikan konser piano itu. Mereka berusaha keras tetapi mereka hanya mendapatkan 1.600 dollar.

     

    Setelah konser, kedua pemuda tersebut menyampaikan berita buruk kepada pianis kondang itu. Uang 1.600 dollar diberikan kepada pianis bersama dengan surat pernyataan bahwa mereka akan menambahkan 400 dollar lagi kepadanya pada kesempatan pertama bila mereka punya uang. Peristiwa ini telah menambah runyamnya permasalahan keuangan studi mereka.

     

    “Tidak perlu anak-anak muda,” jawab Paderewski, “kamu tidak perlu melakukan itu.” Sang pianis merobek surat pernyataan itu, dan juga mengembalikan uang tersebut kepada mereka. “Sekarang,” katanya kepada mereka, “ambillah seluruh biaya yang sudah kamu keluarkan dari 1.600 dollar ini dan masing-masing Anda memotong 10 persen dari sisa uang tadi sebagai upah kerja kalian. Sisanya buat saya.”

     

    Tahun demi tahun lewat. Perang Dunia I pecah dan berhenti. Paderewski, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Polandia, sedang berusaha memberi makan kepada ribuan warganya yang kelaparan di tanah kelahirannya. Satu-satunya orang di seluruh dunia yang bisa membantu dia adalah Herbert Hoover, orang yang berwenang di Kantor Pertolongan dan Makanan Amerika Serikat. Hoover merespon permohonan bantuan Paderewski dan dalam tempo singkat ribuan ton makanan dikirim ke Polandia.

     

    Setelah kebutuhan warga yang kelaparan terpenuhi, Paderewski berangkat ke Paris untuk menyampai ucapan terima kasih kepada Hoover atas bantuan yang diberikan kepadanya.

     

    “Tidak usah berterima kasih, Tuan Paderewski,” itulah jawaban Hoover. “Anda mungkin tidak mengingatnya lagi. Anda pernah membantu saya pada waktu saya kuliah dan saya sedang dalam kesusahan saat itu.”

     

    Kebaikan tahu jalan pulang. Kita tidak perlu melakukan kebaikan dengan pamrih. Ganjaran terjadi secara otomatis.You Can Win / Shiv Khera

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.