• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 30 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Lebu Raya : Isu Agama Sangat Sensitif
    ALBERTO | Rabu, 03 Desember 2014 | 20:50 WIB            #NASIONAL

    Lebu
    Gubernur Lebu Raya dan Sekda Kalimantan Barat M. Zeet Hamdy Assovie bertukar cindera mata (Foto: Saul Kapitan)

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya mengatakan, isu agama sangat sensitif sehingga perlu ditangani secara hati-hati dengan melibatkan seluruh pimpinan agama bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

     

    Pernyataan tersebut disampaikan Lebu Raya saat menerima Tim Kaji Terap Provinsi Kalimantan Barat dipimpin Sekretaris Daerah setempat, M. Zeet Hamdy Assovie di Kupang, Rabu (3/12).

     

    Lebu Raya menjelaskan, NTT sebagai provinsi kepulauan sangat dikenal dengan kemajemukannya, terdiri dari berbagai etnis maupun agama. Untuk itu, kemitraan antara pemerintah dan pimpinan agama perlu terjalin baik dalam pembinaan kerukunan hidup antarumat beragama.

     

    Menurutnya, kemajemukan inilah yang menjadi modal yang sangat besar untuk membangun daerah ini.

     

    “Saya akui perbedaan pasti ada dan tidak ada perbedaan yang tidak bisa kita selesaikan. Sebab, agama senantiasa membawa suka cita, bukan berkelahi. Kalau kita lakukan komunikasi dengan baik untuk memanusiakan manusia maka semuanya berhasil sukses dan lancar,” ujarnya.

     

    Dia mengakui, kerusuhan 1998 di Kupang menjadi sejarah pahit dan merupakan proses pembelajaran tersendiri dalam menata kehidupan umat beragama di NTT.

     

    Sejak peristiwa itu, kata dia, hingga saat ini berkat kerja keras pemerintah provinsi yang tergabung dalam Forkopimda bersama pimpinan agama di NTT terus berupaya mecegah berbagai bentuk konflik sekecil apa pun yang kemungkinan bisa terjadi.

     

    Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, M. Zeet Hamdy Assovie, mengatakan, NTT menjadi daerah tujuan kunjungannya terkait kaji terap pembinaan kerukunan hidup umat beragama. NTT tercatat menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang aman dari konflik agama.

     

    Hal ini, lanjutnya, mendorong Pemprov Kalbar bersama pimpinan agama memilih NTT sebagai daerah tujuan kunjungan guna mendapat masukan berkaitan dengan cara-cara mengatasi konflik agama.

     

    “Setelah berada di Kupang ternyata satu sama lain sangat menyadari, konflik itu tidak penting dan dapat memecah-belah masyarakat,” imbuhnya.

    Dia menambahkan, rombongan dari Kalbar memilih mengunjungi daerah ini karena NTT adalah guru orang Kalbar. Orang Kalbar jadi pintar karena gurunya orang NTT termasuk dirinya.

     

    “Saat ini ada sekitar 11.500 guru asal NTT di Kalbar. Jadi selain NTT adalah guru kami. Kami datang ke NTT untuk mendapat masukan bagaimana cara penanganan konflik agama. NTT tercatat di republik ini sebagai daerah teraman dari konflik. Bagaimana cara penanganannya untuk diterapkan di daerah kami,” katanya.

     

    Tokoh Agama yang turut dalam rombongan peningkatan wawasan Pimpinan Agama Kalbar ke Kupang antara lain K.H Hasyim Dahlan (MUI), Wasilun (Pengurus Wilayah Muhammadyah), Mgr. Agustinus Agus (Uskup Keuskupan Agung Pontianak), Dessy Sung (Pengurus Matakin), Kurniadi Darmara (Pengurus Walubi), Daniel Alfius (Pengurus PGIW), Putu Dupa Bandem (Pengurus PHDI) dan Yuline Marhaeni (Pengurus WKRI).

     

    Saat bertemu Gubernur Lebu Raya, mereka didampingi tokoh agama di NTT antara lain Ketua MUI, Abdul Kadir Makarim, Ketua PHDI, I Gusti Made Putra Kusuma dan Sekretaris Sinode GMIT, Benyamin Nara Lulu.***      


     


    Sumber: Humas Setda NTT
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.