• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 02 Desember 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Puluhan Sopir Taxi Bandara Demo di Kampus Uniflor
    LEX | Kamis, 04 Desember 2014 | 13:58 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Puluhan
    Demo Sopir Taksi di Kampus Universitas Flores

     

     

    Ende, Flobamora.net - Puluhan sopir taksi bandara yang selama ini beroperasi di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Kamis (4/12) mendatangi Kampus Universitas Flores.

     

    Kedatangan mereka meminta penjelasan terkait dengan tulisan proposal penelitian salah seorang mahasiswa Fakultas Hukum perguruan tinggi itu, Pius Mentola tentang keberadaan taksi yang beroperasi di bandara menurutnya melanggar hukum.

     

    Kedatangan para sopir beserta puluhan kendaraan ke Kampus Universitas Flores mengagetkan mahasiswa beserta dosen yang tengah berada di kampus, khususnya Kampus IV tepatnya di Fakultas Hukum.

     

    Para sopir kemudian diterima Dekan Fakultas Hukum, Christiana Sri  Murni dan beberapa dosen di halaman kantor fakultas.

     

    Manto, salah seorang sopir mewakili  rekan-rekannya mengatakan, kedatangan mereka hanya ingin meminta klarifikasi mahasiswa dan dosen pembimbing, karena merasa dirugikan dengan judul proposal penelitian, seakan sudah menghakimi keberadaan mereka di bandara sebagai tindakan melawan hukum.

     

    “Apa maksud dengan tindakan melawan hukum? Sementara keberadaan kami legal direstui oleh pengelola bandara, bahkan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan. Kenapa bilang kami melawan hukum. Kami minta penjelasan dengan judul tulisan itu,” tandas Manto.

     

    Mewakil rekan-rekannya sambil menunjuk proposal penelitian itu, dia dengan nada tinggi meminta untuk menjelaskan maksud dari pemberian judul seperti itu. Karena keberadaan mereka tidak merugikan siapa-siapa dan sudah diketahui dan direstui oleh instansi berwenang.

     

    Sementara salah seorang sopir lainnya yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan, penelitian sudah berjalan dua minggu, namun mereka tidak pernah mengetahui maksud dan tujuan penulisan itu.

     

    “Kami perhatikan dia datang, catat plat kendaraan, tanpa meminta ijin dan menyatakan maksudnya. Kalau memang ingin meneliti mestinya dia kasih tau dan kami akan bantu,” ujarnya.

     

    Ketegangan nyaris terjadi tatkala salah seorang dosen,  Emi Gadi Djou memberikan penjelasan tentang mekanisme dan tata cara penulisan skripsi yang sebelumnya melalui penelitian.

     

    Menurutnya,  dengan penulisan tersebut bisa membantu mereka untuk beroperasi dengan aman, namun karena nadanya ‘kurang bersahabat’ memancing reaksi dari para sopir, namun tidak sempat ke tindakan yang anarkis.

     

    Setelah disepakati judul proposal tersebut akan dilihat kembali dan diberi penjelasan oleh Dekan Fakultas Hukum serta sejumlah dosen barulah para sopir memahami dan menerimanya.

     

    Dalam aksi yang berjalan kurang lebih dua jam itu dijaga ketat oleh anggota pengamanan kampus dan anggota Kepolisian Resor Ende.

     

    Setelah mendengar penjelasan, para sopir akhirnya kembali ke Bandara Hasan Aroeboesman. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.