• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 26 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Lagi, Wartawan Protes Gelontoran Dana untuk Metro TV
    RISKY ALBERTO | Selasa, 09 Desember 2014 | 11:38 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Lagi,
    Aksi unjuk rasa wartawan di DPRD NTT dengan menebar koran sebagau tanda protes

     

    Kupang, Flobamora.net - Puluhan wartawan yang dalam keseharian meliput di lingkungan pemprov dan DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (9/12) siang kembali mendatangi kantor dewan setempat memprotes kebijakan pemerintah yang mengalokasikan anggaran untuk Metro TV sebesar Rp 1,2 miliar.

     

    Dalam aksi tersebut, wartawan juga membuang koran di pintu masuk gedung DPRD setempat. Salah satu koran lokal dihambur di depan gedung tersebut dan dibiarkan diinjak-injak oleh anggota dewan atau pengunjung di gedung DPRD itu. Hal itu dilakukan sebagai tanda bahwa media lokal tidak dihargai oleh pemerintah daerah.

     

    “Kami mendesak DPRD segera membatalkan alokasi anggaran bagi metro TV sebesar Rp 1,2 miliar,” kata koordinator pengunjuk rasa Wens Joh Rumung saat aksi unjuk rasa tersebut.

     

    Aksi ini diterima Anggota DPRD NTT Gusti Beribe bersama tiga lainnya. Diskusi antar wartawan dan DPRD sempat memanas. Pasalnya, anggota dewan yang menerima wartawan tidak bisa memberikan jaminan untuk membatalkan alokasi dana itu. “Kami akan sinkronisasi anggaran untuk Metro TV,” kata Gusti.

     

    Namun, jawaban itu justru menyulut kemarahan wartawan yang menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan untuk sinkronisasi, tapi menbatalkan alokasi anggaran itu. Pertemuan pun dead lock.

     

    Sebelumnya, Kepala Biro Humas, Lambert Ibiriti membenarkan pengalokasian anggaran bagi Metro TV tersebut. “Dana itu sudah dianggarkan dalam APBD, atas perintah gubernur,” tegasnya.

     

    Dia mengatakan, alokasi anggaran itu lebih kecil dibandingkan alokasi anggaran bagi 90 media yang terdaftar di Biro Humas sebesar Rp 1,5 miliar. Dana Rp 1,5 miliar itu untuk pendampingan, advetorial dan iklan,” katanya. Hingga berita ini diturunkan wartawan masih melakukan aksi unjuk rasa di gedung DPRD NTT.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.