• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 20 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kepala Sekolah di NTT Diimbau Tetap Tenang Cermati Edaran Mendikbud
    ALBERTO | Kamis, 11 Desember 2014 | 07:24 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kepala
    Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Sinun Petreus Manuk

     

    Kupang, Flobamora.net  - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sinun Petrus Manuk mengimbau semua kepala sekolah di daerah ini untuk tetap tenang mencermati edaran Menteri Pendidikan Dasar Menengah dan Kebudayaan yang menghentikan pelaksanaan Kurikulun 2013 (K13).

     

    “Jika ada imbuan untuk kembali ke Kurikulum 2006, semuanya tentu harus siap, karena masih segar dalam ingatan guru, kepala sekolah, dan orang tua,” kata Manuk di Kupang, Kamis (11/12).

     

    Menurutnya, edaran menteri pada tanggal 5 Desember 2014 lalu masih sangat umum.  Karena itu, NTT menunggu petunjuk lebih lanjut. Pasalnya, sekarang ini pihaknya sedang melaksanakan penyelesaian bimtek guru dan pengawas sambil memonitor buku dari penerbit.

     

    Kata dia, Dinas Dikbud NTT juga sudah melakukan monitoring pelaksanaan Kurikulum 2013 dengan menerjunkan tim evaluasi ke kabupaten-kabupaten. Tim tersebut sudah diturunkan sebelum keputusan tersebut dikeluarkan.

     

    Dia mengakui, Surat Edaran Mendikbud masih sangat umum. Tetapi ada satu titik berangkat yang bias dicermati, dimana dalam surat itu menteri menginstruksikan beberapa hal, antara lain pertama, menghentikan implementasi Kurikulum 2013 bagi yang baru melaksanakannya satu semester.

     

    Kedua, jika ada sekolah yang sudah melaksanakan tiga semester tetap dilaksanakan hingga tahun ajaran baru. Tetapi sekolah-sekolah itu bisa jadi contoh pengembangan Kurikulum 2013. Dan ketiga, mengembalikan tugas pengembangan Kurikulum 2013 kepada Pusat Pengembangan Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbud.

     

    “Keputusan tersebut tentunya menuai pro dan kontra dengan beragam tanggapan. Bagi kita di NTT, ketika ada satu regulasi yang dikaji secara ilmiah oleh kementerian, kita siap melaksanakannya, tetapi tidak cukup dengan surat menteri,” ujarnya. 

     

    Dia mengutarakan, pemberhentian pemberlakuan Kurikulum 2013 harus ada rincian petujuk teknis lebih lanjut sehingga tidak membingungkan. Tetapi jika menteri meminta untuk kembali ke Kuriukulum 2006, itu lebih sederhana, karena masih segar dalam ingatan guru, kepala sekolah, dan orang tua.

     

    Memang, tambahnya, keluhan di sekolah-sekolah soal beban anak lebih besar saat penerapan Kurikulum 2013 kecuali untuk kelas III SMP dan SMA serta kelas VI SD. Di NTT sejak tahun 2014 semua sekolah sudah berlakukan Kurikulum 2013. Wajar jika  ada sekolah yang masih ragu dengan keputusan tersebut.

     

    “Saat ini anak-anak sedang mengikiti ujian semester. Semuanya tetap jalan sesuai petunjuk. Keputusan  tersebut dampaknya pada semester baru. Nanti kita lihat perkembangan lebih lanjut jika sudah ada petunjuik untuk kembali ke Kurikulum 2006,” tutunya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.