• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    14 Kapal Pencuri Ikan China Kabur karena TNI Telat Datang, Ini Kata Menhan
    ANA DEA | Jumat, 12 Desember 2014 | 11:00 WIB            #NASIONAL

    14
    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu

     

     
    MALANG - 22 Kapal ikan asal China kedapatan mencuri ikan di laut Arafuru, namun sebanyak 14 di antaranya melarikan diri saat akan diamakankan karena TNI AL dan AU terlambat datang. Apa kata Menhan?

    "Itu pelajaran. Ke depan kalau dia lari lagi, lewat selat ditutup aja mestinya," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Hotel Tugu, Malang, Jumat (11/12/2014).

    Mantan KSAD itu menerangkan soal penutupan selat dimaksud, yaitu menutup jalur perairan yang digunakan kapal-kapal pencuri untuk melarikan diri. Ryamizard juga mengatakan, lepasnya 22 kapal pencuri ikan itu karena kurang koordinasi.

    ‎"Ke depan itu makanya masalah. Kementerian koordinator maritim harus koordinasi dengan semua pihak terkait, termasuk dengan pertahanan. Pertahanan sudah siap untuk mempertahankan negara. Ini semuanya laut, darat, udara siap. Jadi kalau lari dikejar pakai pesawat, pasti duluan kita. Kurang koordinsi," papar Jenderal (Purn) bintang empat itu.

    "‎Jadi itu pelajaran dan nggak boleh terjadi lagi. Ini kan bahan, nanti koordinasikan kepada kementerian kelautan. Kalau kerja-kerja model gini (lari dikejar), namanya jadi main petak umpet," imbuhnya.

    Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan penjelasan mengenai perkembangan terbaru soal 22 kapal asal Tiongkok yang mencuri ikan di Laut Arafura, Timur Indonesia. Dari 22 kapal itu hanya 8 kapal yang berhasil ditangkap, sisanya sebanyak 14 kapal berhasil kabur.

    "Hanya 8 kapal yang dikawal sisanya pergi," ungkap Susi saat ditemui di Pengadilan Negeri Ambon, Maluku, Kamis (11/12).

    Susi menceritakan kronologis singkat terkait 22 kapal asal Tiongkok yang mencuri ikan di laut Arafura. Sebanyak 22 kapal itu berhasil ditangkap oleh radar Automatic Identification System dan diterima oleh sistem pelacak satelit INDESO Minggu (7/12/2014).

    Sayangnya butuh waktu persiapan yang cukup lama bagi TNI AL dan TNI AU untuk mengeksekusi dan melakukan tindakan penangkapan 22 kapal asing ilegal tersebut.

    "Kita tangkap (satelit) 22 kapal Tiongkok sedang tangkap ikan. Kita perintahkan TNI AL, TNI AU. Tetapi besok pagi mereka baru masuk ke sana," papar Susi.

     


    Sumber: news.detik.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.