• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 01 November 2020

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pemerintah Salurkan 4. 899 Ton Pupuk Urea
    ALBERT R. | Sabtu, 18 Januari 2014 | 08:26 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pemerintah
    Kadis Pertanian dan Perkebunan NTT, Yohanis Tay Ruba

     

     
    Kupang, Flobamora.net - Pemerintah sejak 1- 15 Januari 2014, telah menyalurkan 4. 899 ton pupuk urea bersubsidi dari kuota yang ditetapkan Kementerian Pertanian sebanyak 18. 800 ton untuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

    "Jumlah pupuk itu tersebar di Kupang sebanyak 3. 170 ton, Flores 1. 360 ton, Rote 361 ton, dan Waingapu sebanyak delapan ton," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTT, Yohanis Tay Ruba di Kupang, Sabtu (18/1).

    Menurutnya, untuk sementara stok pupuk bersubsidi aman untuk memenuhi permintaan petani. Memang ada antrian di beberapa daerah beberapa hari lalu, tapi sudah dapat  diatasi, meski permintaan pupuk urea pada awal tahun sempat terganggu karena tingginya permintaan.

    Dia menuturkan, penyaluran pupuk bersubsidi di NTT ditangani oleh dua perusahaan  yakni Pupuk Kaltim dan Petro Kimia Gresik. Untuk dapat disalurkan hingga ke tangan petani, dua perusahaan tersebut bekerjasama dengan para distributor dan kios- kios  tani. Sehingga para petani dapat membelinya di kios- kios tani terdekat.

    Dia menjelaskan, sesuai rencana perusahaan akan mendatangkan 5. 800 ton pupuk pada awal Februari dengan kapal motor (KM) Crystal Jade. Rinciannya, Kupang 1. 000 ton,  Flores 3. 200 ton, dan Waingapu 1. 600 ton.

    "Dengan akan didatangkan lagi pada awal Februari nanti, kebutuhan pupuk tidak mengalami kekurangan sebagaimana yang terjadi pada beberapa hari lalu," paparnya.

    Selain urea, lanjutnya, akan didatangkan juga jenis pupuk bersudi lainnya, yakni untuk gudang Kupang pupuk ZA 481 ton, SP36 sebanyak 1. 370 ton, NPK 570 ton, dan  organik 315 ton. Gudang Labuan Bajo terdiri dar Za sebanyak 330 ton, SP36 ada 592  ton, NPK 235 ton, dan organik 354 ton. Gudang Reo, Kabupaten Manggarai yakni pupuk  Za 185 ton, SP36 ada 115 ton, NPK 467 ton, dan organik 335 ton.

    Gudang Ende yakni pupuk Za ada 500 ton, SP36 ada 420 ton, NPK 466 ton, dan organik 540 ton. Gudang Sumba Barat terdiri dari pupuk Za ada 45 ton, SP36 ada 325 ton, NPK  330 ton, dan organik 26 ton. Gudang Sumba Timur terdiri dari pupuk Za ada 30 ton, SP36 ada 150 ton, NPK ada 144 ton, dan organik 44 ton.

    Dia menambahkan, agar pendistribusian pupuk tepat sasar, pemerintah membentuk komisi pengawasan pupuk dan pestisida. Komisi ini melibatkan instansi terkait  seperti karantina, kepolisian, dan Badan Ketahanan Pangan.

    “Pembentukan komisi ini dimaksudkan agar tak terjadi penyelundupan pupuk saat  pendistribusian pupuk bersubsidi tersebut,” pungkasnya.*** (Risky)

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.