• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 23 Februari 2020

     

     
    Home   »  Gaya Hidup
     
    Masalah Ingatan `Mungkin Tanda Risiko Stroke`
    ANA DEA | Senin, 15 Desember 2014 | 07:21 WIB            #GAYA HIDUP

    Masalah
    Jika mulai sering lupa, mungkin itu menjadi pertanda untuk berhati-hati.

     

    FLOBAMORA.NET - Orang-orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki masalah dengan ingatan memiliki risiko terkena stroke yang lebih besar, kata sebuah penelitian di Belanda.

     

    Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Stroke, peneliti menyatakan mereka menemukan adanya risiko 39% lebih besar dibandingkan dengan mereka yang berpendidikan lebih rendah. Ini mungkin disebabkan karena pertahanan awal mereka terhadap penurunan kognitif sudah terkikis.

     

    Sekitar 9.000 orang di Rotterdam, Belanda, dipantau selama lebih dari 20 tahun. Mereka semua sehat dan berusia 55 tahun ke atas.

     

    Dalam sebuah kuesioner mereka ditanyai apakah punya masalah dengan ingatan.

     

    Pada tahun 2012, 1.134 kasus stroke terjadi di antara kelompok yang dipelajari ini.

     

    Setelah menganalisis hasilnya, para peneliti dari Universitas Erasmus di Rotterdam menemukan peningkatan risiko bagi orang-orang yang tadinya mengeluh karena masalah ingatan.

     
    "Ini dapat menjadi indikator mereka telah mencapai tingkat lanjut, saat daya cadang kognitif tidak lagi bisa mengimbangi. ~ Arfan Ikram ~

     

    Namun risiko stroke bahkan lebh tinggi lagi pada peserta yang memiliki pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan lebih tinggi dijabarkan sebagai pendidikan kejuruan tinggi atau pendidikan di universitas.

     

    Daya cadang kognitif

    Arfan Ikram, seorang profesor muda di jurusan neuroepidemiologi di Universitas Erasmus, mengatakan pendidikan merupakan indikator yang bagus atas kemampuan otak untuk melawan kerusakan kognitif, seperti dementia.

     

    Kemampuan yang dikenal sebagai daya cadang kognitif ini biasanya dibangun saat masih anak-anak dan masa muda, dan dipercayai dapat melundungi terhadap kerusakan di otak.

     

    Ikram mengatakan, "Pada orang-orang yang berpendidikan tinggi, diperlukan waktu lebih lama untuk otak menjadi rusak dan terjadinya dementia."

     

    "Tetapi jika orang-orang ini mulai mengeluh tentang daya ingat mereka, maka artinya mekanisme itu sudah melemah.

     

    "Ini dapat menjadi indikator mereka telah mencapai tingkat lanjut, saat daya cadang kognitif tidak lagi bisa mengimbangi."

     

    Akibatnya, kata Profesor Ikram masalah dengan ingatan dapat menjadi tanda peringatan penting dalam kelompok orang-orang berpendidikan tinggi ini, "ini menjadi tanda untuk berhati-hati".


     


    Sumber: BBC Indonesia
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.