• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Iptek
     
    Cahaya Natal dan Ramadan Dilihat dari Luar Angkasa
    ANA DEA | Kamis, 18 Desember 2014 | 11:22 WIB            #IPTEK

    Cahaya
    Warna hijau gelap menandakan cahaya di peta bertambah terang 50%, kuning tidak berubah, dan merah menurun.

     

     

    FLOBAMORA.NET - Dengan menggunakan satelit di luar angkasa, para ilmuwan melihat bagaimana orang-orang di Amerika Serikat dan Timur Tengah merayakan Natal dan Ramadan.

     

    Satelit Suomi NPP atau National Polar Orbiting Partnership dilengkapi sejumlah kamera infra merah guna mendeteksi pancaran cahaya di bumi saat malam hari selama 2012 hingga 2014. Dari potret-potret yang dikumpulkan, terlihat bagaimana kota-kota di bumi bertambah terang ketika perayaan religius berlangsung.

     

    Di sebagian besar kota di Amerika Serikat, pancaran cahaya mulai bertambah terang sejak Thanksgiving sampai Natal dan Tahun Baru.

     

    Para peneliti menemukan jumlah pancaran cahaya di tengah kota cenderung bertambah 20%-30% pada periode tersebut jika dibandingkan dengan hari biasa. Adapun di pinggiran kota dan sub-urban, pancaran cahaya meningkat 30%-50%.

     

    “Cahaya menyala khususnya di wilayah permukuman. Warga cuti saat liburan dan mereka menyalakan lampu,” kata Miguel Roman, peneliti dari Pusat Penerbangan Antariksa Goddard yang berafiliasi dengan Badan Antariksa AS (NASA).

     

    Ramadan

    Selain saat Natal, para peneliti memusatkan perhatian pada pancaran cahaya di Timur Tengah ketika Ramadan berlangsung.

     

    “Warga muslim berpuasa dari sebelum matahari terbit sampai matahari tenggelam. Konsekuensinya, mereka memindahkan aktivitas mereka. Mereka makan di pengujung hari, pasar buka sampai larut malam,” kata Eleanor Stokes, peneliti dari Universitas Yale, AS.

     

    Tidak seperti di AS, pancaran cahaya di Arab Saudi saat Ramadan cenderung berfokus di pusat-pusat kota-kota.

     

    Beberapa kota di Arab Saudi, seperti Riyadh dan Jeddah, mengalami peningkatan pancaran cahaya antara 60%-100% ketika Ramadan ketimbang hari biasa.

     

    Meski demikian, tidak semua kota di Timur Tengah mengalami peningkatan cahaya ketika Ramadan. Kota-kota di Irak, misalnya, justru mengalami penurunan.

     

    “Hal itu amat mungkin disebabkan pembangkit listrik (di Irak) yang rentan,” kata Stokes.

     

    Puncak nyala cahaya di Timur Tengah baru terjadi saat Idul Fitri.

     

    Para ilmuwam mengatakan deteksi cahaya memakai satelit ini bisa membantu mereka dalam memahami bagaimana acara keagamaan dan kebudayaan dapat memacu penggunaan energi.

     

    Miguel Roman sepakat bahwa temuan mereka dapat berkontribusi pada diskusi perancangan kebijakan mengenai efisiensi energi di kota-kota.


     


    Sumber: BBC Indonesia
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.