• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 19 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Harga Cabe Rawit di Kupang Kian Pedas
    RISKY ALBERTO | Senin, 22 Desember 2014 | 20:51 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Harga
    Gubernur NTT, Frans Lebu Raya selaku Ketua TPID saat melakukan pemantauan kondisi harga bahan kebutuhan pokok jelang Hari Natal dan Tahun Baru (Foto: Saul Kapitan/ Humas Setda NTT)

     

    Kupang, Flobamora.net - Harga cabe rawit di beberapa pasar tradisional di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami kenaikan yang sangat siginifikan atau kian pedas dari sebelumnya Rp 70 per kilo gram (kg) menjadi Rp 90.000 per kg.

     

    Sementara harga bahan kebutuhan lain yang juga memgalami kenaikan antara lain bawang merah dan bawang putih dari sebelumnya Rp 15.000, naik menjadi Rp 20.000 pe kg, wortel tanpa daun, dari Rp 12.000, menjadi Rp 14.000 per kg, ayam potong Rp 37.000 menjadi Rp 40.000 per kga , daging sapi sebelumnya Rp 70.000 menjadi Rp 75.000 dan telur ayam ras dari Rp 44.000 menjadi Rp 47.000 per kg.

     

    Gubernur Frans Lebu Raya selakukan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) kepada wartawan usai melakukan pemantauan di Pasar Kasih Naikoten, Senin (22/12) mengatakan, kenaikan harga barang tersebut tetap dipantau lantaran berdekatan dengan hari raya keagamaan. Sedangkan ketersediaan BBM dan beras sangat mencukupi.

     

    “Kami telah memantau di sejumlah lokasi ternyata ketersediaan pangan, yaitu beras cukup untuk tiga bulan ke depan. Harganya pun masih stabil. Hanya terjadi kenaikan harga cukup tinggi adalah cabe rawit,” katanya.

     

    Menurutnya, pada umumnya kondisi harga kebutuhan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru cenderung stabil. Hal ini, tidak berdampak pada inflasi.

     

    Dia mengakui, kenaikan harga cabe rawit memang cukup signifikan. Namun, perlu diwaspadai salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan inflasi di daerah ini adalah tarif angkutan udara saat hari raya.

     

    "Saya juga berbangga karena Pertamina menjamin stok BBM untuk Rote Ndao dan Sabu Raijua mencukupi. Dua kabupaten ini yang setiap tahun sering menghadapi masalah kelangkaan BBM," ujarnya.

     

    Sementara itu, Miftahul Adha, Kepala Divisi Regional Bulog NTT mengatakan, stok beras untuk tiga bulan kedepan sangat mencukupi dan ssiap didistribusikan ke kabupaten.

     

    Kata dia,saat ini kondisi stok beras di gudang Bulog sebanyak 52.000 ton termasuk 6.100 ton yang sementara bongkar di Pelabuhan Tenau. ***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.