• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    2014, GMIT Kota Kupang Kehilangan 82 Jemaat
    ALBERTO | Jumat, 02 Januari 2015 | 20:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    2014,
    Jemaat GMIT Kota Kupang mengikuti ibadah tutup tahun (Foto : Paul Bola)

     

     

    Kupang, Flobamora.net – Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Jemaat Kota Kupang mengakhiri tahun pelayanan 2014 dengan kehilangan 82 orang jemaat. Jemaat yang meninggal dunia sebagian besar sudah berusia lanjut.

     

    Demikian disampaikan Ketua Majelis Jemaat GMIT Kota Kupang, Pendeta Petronela Hirepadja – Loyboga, dalam ibadah penutupan tahun pelayanan 2014, Kamis (31/12) yang dimulai pukul 19.00 Wita.

     

    Dalam ibadah tutup tahun yang dihadiri lebih dari 3000 warga jemaat, Pendeta Hirepadja mengungkapkan jemaat yang meninggal dunia tersebar di sembilan rayon pelayanan.

     

    Jumlah meninggal terbanyak di rayon VII sebanyak 17 orang, disusul rayon IV kehilangan 15 orang, rayon II dan V masing-masing kehilangan 12 orang, rayon III 11 orang. Sisa rayon lainnya kehilangan dua orang hingga lima orang.

     

    Sementara itu yang melaporkan kelahiran anak sepanjang tahun 2014 sebanyak 13 orang.  Sedangkan warga jemaat yang membawa anak  untuk dibaptis sebanyak 142 orang, terdiri dari 74 laki-laki dan 68 perempuan, beberapa di antaranya baptis dewasa.

     

    Jemaat yang mengaku percaya dan bersedia ditabhiskan menjadi anggota Sidi baru GMIT sebanyak  131 orang, yakni 49 laki-laki dan 82 perempuan. Jemaat yang menikah sepanjang tahun 2014 sebanyak 47 pasangan, di antaranya tujuh pasang mengikuti program nikah massal.

     

    “Jemaat yang meminta surat atestasi (pindah keanggotaan jemaat) sebanyak 35 kepala keluarga, karena pindah tugas tempat kerja keluar Kota Kupang. Sedangkan yang menyerahkan atestasi dan menjadi warga baru sebanyak empat kepala keluarga,” tambah Pendeta Petronela Hirepadja.

     

    Usai ibadah, Pendeta Hirepadja menuturkan berbagai peristiwa iman silih berganti menjadi dinamika pelayanan GMIT Kota Kupang sepanjang tahun 2014.

     

    Semua peristiwa, lanjutnya,  memberi bukti adanya penyertaan Tuhan tiada hentinya dalam semua aspek pelayanan di GMIT Kota Kupang. Semua aktivitas pelayanan boleh jadi atas anugerah dan kasih karunia Tuhan.

     

    "Atas nama Majelis Jemaat GMIT Kota Kupang, kami juga menaikkan puji syukur dan menyampaikan terima kasih kepada dua rekan pelayan yang mengakhiri pelayanannya di GMIT Kota Kupang pada tahun 2014. Yakni, Pendeta Godlif Ratuwalu menjalani masa emeritus dan pensiun sebagai pendeta GMIT dan Pendeta Ester Mariani Rihi Ga, yang mendapat ijin dari Sinode GMIT untuk menempuh pendidikan S-3 di Yogyakarta,” jelas pendeta asli Bajawa ini.

     

    GMIT Kota Kupang kemudian mendapat dua orang pendeta pengganti, lanjutnya, yakni Pendeta Polce Nalle yang mutasi dari GMIT Pniel Oebobo dan Pendeta Iraini Batubara – Wonlele, yang pindah dari GMIT Kota Baru.

     

    Ibadah penutupan tahun 2014 GMIT Kota Kupang dipimpin bersama lima orang pendeta jemaat. Mengawali pembukaan ibadah dipimpin Pendeta Iraini Batubara – Wonlele, dilanjutkan Pendeta Pendeta Petronela Hirepadja-Loyboga, Pendeta Josimon Boeky, Pendeta Diana Chandra-Messakh dan diakhiri Pendeta Polce Nalle, yang menyampaikan khotbah. Ibadah juga dimeriahkan oleh paduan suara gabungan GMIT Kota Kupang, serta sejumlah vokal grup dan pujian secara solo dan duet.

     

    Jemaat yang menghadiri ibadah tutup tahun 2014 ini, sekitar 3000-an orang yang memenuhi setiap bangku dan kursi yang tersedia. Panitia menyedikan tenda dan kursi di semua sisi halaman gedung kebaktian peninggalan Belanda tersebut. Ibadah berjalan aman dan lancar.

     

    Sebelum ibadah dimulai pada siang harinya, petugas kepolisian terlebih dahulu menyisir semua sudut tempat ibadah hingga halaman gereja menggunakan alat metal detector. Dan selama ibadah berlangsung, aparat keamanan dari polisi dan TNI, serta pihak lainnya berjaga-jaga di luar lokasi ibadah dan mengatur lalu lintas di depan gedung gereja. ***


     


    Sumber: Humas GMIT Kota Kupang




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.