• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Februari 2020

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Rusia Juga Bantu Cari Korban Air Asia
    RISKY ALBERTO | Jumat, 02 Januari 2015 | 22:33 WIB            #NASIONAL

    Rusia
    Pesawat Air Asia

     

    Jakarta - Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo mengatakan, pada hari ketujuh pencarian pesawat AirAsia QZ850, Sabtu (3/1) besok, pesawat dari Rusia akan bergabung dalam pencarian di perairan Selat Karimata. Ia menyatakan, saat ini pesawat tersebut sedang dalam perjalanan ke wilayah pencarian.

     

    "Masih on the way menuju ke titik (lokasi pencarian)," ujar Soelistyo di Kantor Basarnas, Jakarta, Jumat (2/1).

     

    Soelistyo mengatakan, bantuan pesawat dari Rusia sebanyak dua unit. Pesawat tersebut, kata dia, memiliki keistimewaan yaitu dapat mendarat di air sehingga memudahkan proses evakuasi.

     

    "Seandainya cuaca baik, pesawat Rusia punya kemampuan selain terbang juga bisa mendarat di air dengan gelombang terbatas," kata Soelistyo.

     

    Sebelumnya, sejumlah negara telah mengerahkan pesawat dan kapal canggih milik mereka untuk turut membantu pencarian maunpun evakuasi korban. Adapun pesawat dari luar negeri yang ikut membantu yakni dua helikopter dari Singapura, dua helikopter dari Amerika, dan satu Fix Wing dari Korea. Sementara untuk kapal, Singapura mengikutsertakan empat kapalnya, dua kapal dari Malaysia, dan satu kapal dari Amerika.

     

    Tim gabungan pencarian AirAsia QZ8501 juga menurunkan sebanyak delapan helikopter yang terdiri dari dua milik Angkatan Udara, dua milik Angkatan Laut, satu milik Angkatan Darat, satu milik Basarnas, dan satu milik Polri.

     

    Ada juga lima Fix Wing milik Angkatan Udara yang turut dikerahkan. Sementara untuk pencarian di laut, tim gabungan mengerahkan 21 kapal yang terdiri dari lima milik AL, dua milik Basarnas, sembilan milik Hubla, satu milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, satu dari Geo Survey, satu Crest Onix, dan dua dari Polri. ***

     


     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.