• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 01 Oktober 2020

     
    Home   »  Nasional
     
    Teriakan Histeris Saat Jenazah Penumpang AirAsia QZ8501 Terjatuh
    ANA DEA | Sabtu, 03 Januari 2015 | 14:15 WIB            #NASIONAL

    Teriakan
    Anggota Kapal Polisi Punai, menurunkan serpihan dari pesawat AirAsia QZ8501di Pelabuhan Kumai, Kalimantan Tengah, Kamis (1/1/2015). Serpihan ini ditemukan oleh kapal Malaysia yang turut serta dalam pencarian dan kemudian dipindahkan ke kapal polisi. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES

     

     
    PANGKALAN BUN  - Teriakan histeris para ibu yang melihat proses pengangkatan jenazah penumpang pesawat AirAsia QZ8501 memecah ketenangan di RSUD Imanuddin, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Sabtu (3/1/2015) siang.

    Pantauan di lokasi, delapan mobil jenazah yang mengangkut jasad penumpang AirAsia QZ8501 tiba di RSUD Imanuddin sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, kedelapan mobil itu menjemput jenazah yang baru saja tiba di Landasan Udara Iskandar yang berjarak sekitar 4 kilometer dari RSUD.

    Tiba di RSUD, satu persatu kantung jenazah diturunkan oleh petugas gabungan dari TNI AD, polisi dan PMI dengan menggunakan ranjang dorong. Jenazah itu terlihat terbungkus rapat dengan kantung berwarna hitam bertuliskan Badan SAR Nasional (Basarnas) di atasnya.

    Proses pengangkutan ini berjalan lancar hingga jenazah ketujuh dikeluarkan dari mobil. Ketika kantung ketujuh itu hendak dibawa ke ruang Posko Disaster Victim Identification (DVI) Kalimantan Tengah, secara tiba-tiba terjatuh sebelum sempat dipindahkan ke ranjang dorong.

    Kejadian itu sontak membuat warga, khususnya para ibu yang melihat proses pemindahan berteriak histeris. "Ya ampun... Aduh kasihan itu, kasihan," kata salah seorang ibu. "Astagfirullahaladzim, aduh.. Aduh cepat dibantu diangkat itu," kata ibu yang lain.

    Mendengar teriakan tersebut, petugas yang memindahkan jenazah itu langsung segera membenahi posisi jenazah. Setelah benar, jenazah itu lantas segera dibawa ke dalam posko untuk disiapkan sebelum dikemas.

    Tidak kurang dari satu jam, proses identifikasi terhadap kedelapan jenazah selesai. Setelah itu, kedelapan jenazah itu diberangkatkan ke Surabaya, Jawa Timur bersama empat jenazah lain yang tiba sebelumnya, menggunakan pesawat Hercules C-130.

    Hingga kini, sudah ada 30 jenazah yang telah ditangani tim DVI Polri. Dari jumlah itu, empat di antaranya telah berhasil diidentifikasi. Sementara, masih ada 132 jenazah yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

    Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di perairan Selat Karimata, Minggu (28/12/2015). Pesawat yang berangkat dari Bandara Juanda, Surabaya, Jawa Timur menuju Changi Airport, Singapura itu mengangkut 155 penumpang dan tujuh kru pesawat.

     


    Sumber: Kompas.com
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.