• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 25 Oktober 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Satu Provokator Dibekuk, Satu Lagi Lari Selamatkan Diri
    VICKY DA GOMEZ | Sabtu, 10 Januari 2015 | 22:34 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Satu
    Bajo salah seorang warga yang diamankan polisi

     

     

    Maumere, Flobamora.net, - Aparat kepolisian dari Polres Sikka menuding dua orang warga  korban penggusuran rumah di belakang Kampus Akademi Bahasa Asing (ABA) Santa Maria sebagai provokatur.

     

    Satu warga bernama Bajo pun langsung dibekuk polisi, sedangkan satu orang lainnya bernama Moa lari menyelamatkan diri.

               

    Bajo dan Moa melakukan perlawanan sengit terhadap upaya pemerintah yang pada Sabtu (10/1) sejak pagi hari melakukan penggusuran rumah warga. Keduanya berteriak-teriak menantang pemerintah dan mengajak sejumlah warga lainnya untuk terus bertahan di lokasi penggusuran.

     

    Tidak hanya itu, Bajo dan Moa juga mengajak warga lainnya merangsek rumah salah seorang pegawai yang bangunannya masih berdiri di atas lokasi penggusuran. Keduanya beralasan pemerintah bertindak tebang pilih karena tidak menggusur sebuah rumah yang justeru juga dibangun di atas tanah milik pemerintah.

     

    Kepala Bagian Pemerintahan Umum Yoseph Benyamin yang memimpin aksi penggsuran menjelaskan bahwa semua rumah yang berdiri atas tanah pemerintah di belakang Kampus ABA akan digusur.

     

    Tentang sebuah rumah yang belum digusur, menurut dia, saat itu belum bisa digusur karena pemilik rumah sedang tidak ada di tempat.

     

    “Tidak mungkin kami gusur sekarang karena di dalamnya masih ada barang-barang milik dia. Kami menunggu sampai dia pulang, dia keluarkan semua barang-barangnya baru kami gusur,” terang Yoseph Benyamin.

     

    Penjelasan ini belum bisa diterima oleh Bajo dan Moa. Keduanya terus berteriak-teriak dan mencurigai pemerintah telah menerima uang dari pemilik rumah yang belum digusur. Keduanya pun terus melakukan perlawanan.

     

    Kesal dengan sikap Bajo dan Moa yang terus menantang upaya penggsuran, polisi akhirnya membekuk Bajo dan menggelandangnya ke mobil dalmas milik Polres Sikka. Ketika Bajo digelandang, Moa langsung bereaksi.

     

    Polisi akhirnya berupaya menangkap Moa, namun pria ini secepat kilat lari menyelamatkan diri dengan melompat lewat pagar belakang Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

     

    Aparat kepolisian akhirnya melepaskan Bajo dan memperingatkan dia untuk tidak menjadi provokatur. Usai dilepas, Bajo pun mulai tenang, dan begitu juga sejumlah warga korban penggsuran. Bahkan mereka mulai mengemas barang-barang mereka untuk diantar dengan kendaraan yang sudah disiapkan pemerintah ke tempat tinggal yang baru.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.