• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Opini
     
    Pentingkah Nilai dan Visi Hidup Anda?
    YOHANES LANGGAR BILLY | Senin, 20 Januari 2014 | 21:23 WIB            #OPINI

    Pentingkah
    Dok/Web

     

    TUJUH dosa besar menurut Mahatma Gandhi adalah kaya tanpa bekerja; senang tanpa suara hati; pengetahuan tanpa karakter; berbisnis tanpa moral (business ethics); ilmu pengetahuan alam tanpa kemanusiaan; agama tanpa pengorbanan; dan politik tanpa prinsip.

     

    Pada kelahiran seorang bayi, siapa yang bergembira? Orang tua, sanak saudara, dan para sahabat. Siapa yang menangis? Bayi itu. Pada saat kita meninggal, yang terjadi adalah sebaliknya. Kita yang bersukacita dan merasa puas karena kita telah berkontribusi kepada dunia ini dan meninggalkan dunia ini dalam keadaan sedikit lebih baik dari pada saat kita menginjakkan kaki kita di bumi ini. Biarkan dunia menangis karena ia telah kehilangan seorang putra/putri terbaiknya. Kita tidak hanya takers dari dunia ini, tetapi kita juga givers kepada dunia.   

     

    Filosofi Hindu meyakini bahwa bila orang baik meninggal, mereka tidak mati, mereka hanya berpindah. Nama mereka dikenang untuk selama-lamanya karena perbuatan-perbuatan baik mereka.

     

    Coba ingat-ingat kapan terakhir kali Anda mendengar eulogy --- sambutan yang diberikan pada acara pemakaman sebagai penghormatan kepada orang yang telah meninggal. Pada waktu mereka memberikan penghormatan mereka, yang paling sering disampaikan adalah tindakan-tindakan baik yang kecil-kecil yang dilakukan oleh orang itu selama masa hidupnya.

     

    Perbuatan-perbuatan baik yang kecil-kecil itu biasanya tidak pernah terlupakan. Pada kenyataannya, justru tindakan-tindakan baik yang kecil-kecil itulah yang lebih banyak diingat setelah seseorang meninggal dunia. Pada saat itulah orang menyadari begitu besarnya perbuatan-perbuatan baik itu telah berarti bagi mereka.

     

    “Tidak ada orang yang dihormati atas apa yang mereka terima. Penghormatan hanya diberikan sebagai ganjaran kepada seseorang atas apa yang ia beri,” kata Calvin Coolidge.

     

    Bagaimana Anda ingin dikenang?

      

    Sekitar seratus tahun yang lalu, seorang pria melihat sebuah surat kabar dan begitu terkejutnya dan mengerikan, pada waktu dia membaca namanya ada di kolom berita kematian. Surat kabar tersebut telah menurunkan berita kematian dari orang yang salah secara tidak sengaja. Respon pertamanya adalah dia merasa sok. Apakah saya benar-benar ada di sini atau di sana?

     

    Pada waktu dia dapat menguasai dirinya kembali, dia coba membaca apa yang telah ditulis orang tentang dia. Berita kematian itu berbunyi demikian, “Raja Dinamit Meninggal.” Berita itu juga menulis, “Dia adalah saudagar kematian.” Pria ini memang adalah penemu dinamit dan pada saat dia membaca kata-kata “saudagar kematian,” dia bertanya kepada dirinya sendiri, “Apakah dengan cara begini saya akan dikenang?”

     

     Dia bergumul dalam hatinya dan kemudian memutuskan bahwa bukan dengan cara seperti begitulah dia ingin dirinya dikenang. Sejak hari itu, dia mulai bekerja untuk perdamaian. Nama pria tersebut adalah Alfred Nobel, orang yang sampai sekarang dikenal dan dikenang dengan Hadiah Nobel (the Nobel Prize) yang mengagumkan.

     

    Sama seperti Alfred Nobel yang bergumul dengan dirinya dan mendefinisikan kembali nilai-nilai hidupnya, kita juga perlu melakukan hal yang sama, menarik diri sebentar dan merenung tentang nilai-nilai hidup yang kita anut.

     

    Apa kira-kira yang menjadi peninggalan kita pada waktu kita meninggalkan dunia ini? Bagaimana Anda ingin dikenang? Apa yang mau dikatakan tentang diri Anda pada upacara pemakaman Anda? Baiklah bila pertanyaan-pertanyaan di atas menjadi bahan renungan kita dalam menjalani ziarah hidup ini. Semoga keseluruhan hidup kita merupakan kontribusi bagi kesejahteraan segenap umat manusia. You Can Win / Shiv Khera


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.