• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Mei 2020

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Cuaca Buruk, Merpati Gagal Mendarat di Maumere
    ALBERT R. | Senin, 20 Januari 2014 | 23:35 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Cuaca
    Pesawat Merpati

     
    Kupang, Flobamora.net - Pesawat Merpati Nusantara dengan rute penerbangan Kupang-Maumere, Senin gagal mendarat di Bandara Frans Seda Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur karena cuaca buruk.

    Airport Duty Manager PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Gabriel Lusi Keraf yang dihubungi melalui telepon genggam mengakui hal tersebut. Pesawat kembali mendarat dengan aman di Bandara El Tari Kupang.

    "Pada pukul 13.30 Wita Pesawat jenis M-60 itu berangkat dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Frans Seda namun tidak bisa mendarat karena cuaca buruk, sehingga harus kembali ke Kupang dan mendarat dengan sukses di Kupang, pada pukul 14.00 Wita," katanya, Senin (20/1).

    Ia mengatakan meskipun ada satu maskapai penerbangan yang gagal mendarat, maskapai lainnya yang melayani rute penerbangan antardaerah dan luar provinsi berbasis kepulauan itu tetap normal di tengah cuaca kurang bersahabat.

    "Penerbangan di Bandara El Tari Kupang masih berlangsung normal, meskipun cuaca buruk berupa angin kencang dan hujan lebat sejak beberapa hari terakhir akibat tekanan lebih rendah di hampir seluruh wilayah Indonesia," katanya.

    Hal ini nampak sejak sejak pukul 06.00 pagi tadi Lion Air jenis Boeing tujuan Surabaya-Jakarta "take off" dari Bandara El Tari Kupang menuju Bandara Juanda Surabaya dan selanjutnya diikuti pesawat berbadan kecil seperti TransNusa, Susi Air, Merpati Nusantara Air dan lainnya lepas landas menuju tujuan.

    "Aktivitas penerbangan di Bandara El Tari Kupang, menyusul cuaca buruk yang mengakibatkan sejumlah pesawat terpaksa harus "delay" karena jarak pandang pilot saat hendak mendaratkan pesawat kurang dari 100 meter.

    Ia menjelaskan, laporan cuaca rutin yang dikeluarkan oleh Sistem Informasi dan Meteorologi Penerbangan berisikan kondisi angin, jarak pandang, jenis awan, dan hujan setiap saat menjadi panduan pihaknya untuk selalu monitoring aktivitas penerbangan di bandara El Tari dan Bandara lain yang masuk wilayah kerja PT Angkasa Pura I Kupang.

    "Dengan informasi yang disebar melalui radio komunikasi atau Automatic Terminal Information Service (ATIS), pilot akan mengambil keputusan untuk melanjutkan perjalanan atau tidak," ujarnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.