• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 01 November 2020

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kelompok Cipayung Desak Jaksa Agung Copot Kajari Ende
    LEX | Selasa, 13 Januari 2015 | 14:41 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kelompok
    Unjuk rasa Kelompok Cipayung di Ende

     

     

    Ende, Flobamora.net - Sekretariat bersama mahasiswa di bawah wadah Kelompok Cipayung yakni PMKRI dan HMI mendesak Kejaksaan Agung mencopot Kajari Ende, Ery Ariansyah Harahap karena dinilai mandul dalam memberantas korupsi di daerah itu.

     

    Desakan kelompok Cipayung ini disampaikan saat menggelar unjuk rasa, baik di simpang lima depan Bandara Haji Hasan Aroebusman maupun di kantor kejaksaan negeri setempat, Selasa (13/1).

     

    Beberapa orator meneriakkan ketidakbecusan Kejari Ende karena membiarkan kasus-kasus korupsi terus mengendap. Mereka menyebutkan, Kejaksaan Negeri Ende di bawah kepemimpinan Eri Ariansyah Harahap telah sengaja tebang pilih dalam penanganan kasus-kasus korupsi di Ende.

     

    Beberapa kasus yang mereka maksudkan antara lain, dugaan gratifikasi yang diterima oleh Kejari Ende dari salah seorang  tersangka bencana alam direktur CV Novita Karya, dana bencana alam tahun 2012 dengan akumulasi pagu anggaran sebesar Rp. 12 miliar dimana yang ditahan baru dua orang, sementara empat lainnya belum.

     

    Juga disebutkan, dana pembangunan gedung PPO yang anggaran mencapai Rp. 8 miliar tahun 2008, Dana DAK di Dinas Perhubungan, penyerapan Anggaran Proyek 2014 yang baru mencapai 30%, dana haji sejak tahun 2009 dan pembelian tanah untuk TPA/TPU tahun 2007.

     

    Karena itu atas nama masyarakat, Kelompok Cipayung menuntut Kejari harus angkat kaki dari Kabupaten Ende.

     

    “Tuntutan kami, Kejaksaan Agung dan KPK segera periksa Kejari Ende karena diduga menerima gratifikasi. Kejaksaan Agung diminta untuk mencopot Kejari Ende karena tidak bisa menyelesaikan persoalan kasus korupsi di Ende,” kata Suleman Liga, Ketua HMI Cabang Ende saat dimintai komentar terkait aksi yang mereka gelar.

     

    Pada kesempatan itu mereka juga meminta Kejaksaan Tinggi NTT mengambil alih kasus-kasus di Kejari Ende karena sudah lama mengendap.

     

    Di Kejari Ende para mahasiswa ditemui Kasi Pidsus Alboin M Blegur, Kasi Intel Rochman Marsudi, dan Kasi Pidum Helmy Hidayat.

     

    Blegur menjelaskan, semua kasus korupsi kini sudah ditangani baik bencana alam maupun dana DAK di Dinas Perhubungan.

     

    “Untuk kasus dana bencana alam dua sudah kita tahan, dan lainnya akan menyusul dan kalau kamu lihat sebentar mereka naik mobil tahanan berarti mereka sudah ditahan. Sementara di Dinas PPO yang lidik pihak kepolisian. Untuk DAK Perhubungan masih terus diperiksa,”  kata Blegur.

     

    Selain berorasi di depan Kejari Ende PMKRI dan HMI melakukan orasi di Kantor Bupati Ende. Dalam orasinya mereka meminta Bupati Marsel Petu untuk mencopot pejabat eselon II yang kini sudah menjadi tersangka terkait dengan kasus dana DAK di Perhubungan dan pengadaan tanah untuk TPA/TPU.

     

    Mereka mengancam, jika tidak itu tidak dipenuhi akan datang dengan massa yang lebih banyak. Usai menggelar aksinya di Kejari Ende, berselang lima belas menit kemudian keempat tersangka kasus dana hibah bencana alam kemudian digiring masuk mobil tahanan kejaksaan dan diinapkan di Lapas Kelas II Ende. Mereka yang ditahan dalah Ben Mbulu, Jhon Ratu Taga, Heryadi Mawardi, dan Thoby Lengkong.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2020 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.