• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Seminggu Paus Fransiskus di Filipina
    RISKY ALBERTO | Jumat, 16 Januari 2015 | 13:08 WIB            #INTERNASIONAL

    Seminggu
    Paus Fransiskus berjalan bersama Presiden Benigno Aquino setelah tiba di Manila pada Kamis

     

    Manila - Paus Fransiskus tiba di Filipina pada Kamis untuk perjalanan selama seminggu  yang diperkirakan akan menarik banyak orang yang bisa memecahkan rekor dunia.

     

    Lonceng-lonceng gereja berdentang di seluruh negeri itu ketika Paus karismatik itu terbang ke ibukota Manila setelah perjalanan sukses ke Sri Lanka.

     

    Paus Fransiskus tersenyum ketika ia memandang ke luar melalui jendela pesawatnya, dan ratusan anak-anak menyambut dia dengan berteriak: “Welcome Pope Francis”.

     

    Sekitar 80 persen dari wilayah bekas koloni Spanyol itu berjumlah 100 juta jiwa terkenal dengan mempraktekkan tradisi Katolik yang kuat.

     

    “Setiap langkah yang dia lakukan, setiap momen bersama kami adalah sangat berharga bagi kami,” kata Uskup Agung Socrates Villegas, ketua presidium Konferensi Waligereja Filipina, seraya meminta semua orang Filipina untuk menyambut dia.

     

    Ketika ia tiba pada Kamis, ratusan ribu orang berkumpul di sepanjang jalan dimana Paus dijadwalkan akan melewati saat ia dari bandara menuju Kedutaan Besar Vatikan untuk beristirahat semalam.

     

    “Ini adalah sebuah berkat untuk melihat Bapa Suci. Itu sebabnya kami berada di sini,” kata Jeannie Blesado, 35, seorang guru, saat ia duduk di sisi jalan lebih dari enam jam sebelum Paus dijadwalkan tiba.

     

    Puncak perjalanan di Filipina adalah Misa terbuka pada Minggu di sebuah taman di Manila, penyelenggara telah mempersiapkan hingga enam juta orang.

     

    Para penyelenggara mengatakan bahwa, jika banyak orang hadir dalam Misa tersebut, itu akan melampaui rekor sebelumnya dimana sekitar lima juta orang menghadiri Misa bersama Paus Yohanes Paulus II di tempat yang sama tahun 1995.

    Paus Fransiskus, yang adalah Paus keempat mengunjungi Filipina. Ia juga akan mengunjungi para korban di wilayah yang hancur akibat Topan Haiyan tahun 2013, yang tewas dan  hilang mencapai 7.350 orang.

     

    Para pejabat Gereja mengatakan salah satu alasan utama Paus Fransiskus ingin mengunjungi Filipina adalah membangun sikap “belarasa” dengan para korban topan.

     

    Pada Sabtu, ia dijadwalkan merayakan Misa untuk puluhan ribu orang di Tacloban, salah satu kota paling parah dihantam topan, dan mengadakan makan siang  dengan 30 korban topan.

     

    Acara itu dijadwalkan pada  Jumat termasuk penyambutan kenegaraan di istana presiden, Misa di Katedral Manila dan pertemuan di sebuah pusat perbelanjaan dengan ribuan keluarga.

     

    Pihak berwenang telah menyatakan keprihatinan  atas keamanan Paus itu di Filipina, dimana ada upaya telah dilakukan untuk membunuh Paus seperti yang terjadi dalam dua kali kunjungan sebelumnya.

     

    Hampir 40.000 tentara dan polisi dikerahkan untuk melindungi Paus Fransiskus, yang menurut panglima militer Filipina Jenderal Gregorio Catapang sebagai “mimpi buruk keamanan”.

     

    Pada kunjungan pertama Paus ke Filipina  tahun 1970, Benjamin Mendoza, seorang pelukis Bolivia,  mengenakan jubah pastor palsu dan menikam Paus Paulus VI saat ia tiba di bandara Manila.

     

    Paus Paulus VI terluka, tetapi ia melanjutkan perjalanannya.

     

    Satu minggu sebelum kunjungan Paus Yohanes Paulus II tahun 1995, polisi menemukan sebuah agenda rahasia oleh ekstremis Islam untuk membunuh dia dengan membom iring-iringan rombongan Paus menuju Manila.

     

    Presiden Filipina Benigno Aquino membuat pidato televisi nasional pekan ini khusus untuk menyoroti ancaman keamanan bagi Paus dan menyerukan semua orang Filipina untuk membantu melindungi dia.

     

    “Saya meminta Anda, apakah Anda ingin sejarah mencatat bahwa tragedi yang menimpa Paus terjadi di Filipina,” kata Aquino.

     

    Ia menambahkan kekhawatiran karena Paus berusia 78 tahun itu menegaskan bahwa ia tidak akan menggunakan  “mobil kepausan” anti-peluru saat acara besar sehingga dia bisa lebih dekat dengan umatnya.

     

    Paus terbang dari Sri Lanka pada Kamis pagi, sehari setelah satu juta orang berkumpul untuk merayakan Misa bersama dia,   yang menurut polisi adalah perayaan publik terbesar yang pernah terjadi di Kolombo.

     

    Kunjungannya, yang dimulai pada  Selasa, terjadi beberapa hari setelah pemilu di negara itu dan kemenangan mengejutkan Maithripala Sirisena atas Presiden Mahinda Rajapaksa.

     

    Uskup Agung Malcolm Ranjith mengatakan Bapa Suci telah membawa sebuah “sukacita yang luar biasa”  untuk pulau yang sedang berjuang untuk pulih dari perang saudara.***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.