• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 27 Januari 2022

     
    Home   »  Internasional
     
    Jembatan Motamasin Ambruk Dihantam Banjir
    ALBERTO | Sabtu, 17 Januari 2015 | 08:19 WIB            #INTERNASIONAL

    Jembatan
    Jembatan Motamasin sebelum tersapu banjir

     

     

    Kupang, Flobamora.net  - Jembatan yang menghubungkan negara Indonesia dan negara Timor Leste di pintu perbatasan Motamasin, Kabupaten Malaka ambruk tersapu banjir. Akibatnya, para pelintas batas negara tidak bisa lagi melewati jalan tersebut.

     

    “Saat ini kami melakukan kunjungan kerja Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu, salah satu hal yang perlu mendapat perhatian adalah kondisi Jembatan Motamasin di Kabupaten Malaka yang ambruk. Jembatan ini adalah satu-satu satu pintu masuk keluar dari Indonesia ke Timor Leste maupun sebaliknya di wilayah Selatan,” kata anggota Komisi IV DPRD Provinsi NTT, Jefri Unbanunaek, kepada wartawan, Sabtu (17/1).

     

    Jefry menjelaskan, ada dua pintu masuk di perbatasan Indonesia-Timor Leste yakni Jembatan Motaain di Kabupaten Belu di wilayah Utara dan Jembatan Motamasin di Kabupaten Malaka.

     

    Sayangnya,kata dia,  kondisi Jembatan Motamasin sangat memprihatinkan sehingga perlu mendapatkan perhatian dan sesegera mungkin diperbaiki atau dibangun baru pemerintah Indonesia.

     

    “Untuk di perbatasan Motamasin, kondisi sangat memprihatinkan, dimana sarana serta fasilitas penunjang bagi para petugas Pamtas tidak memadai. Kami juga dijinkan masuk ke wilayah Timor Leste untuk melihat aktifitas serta fasilitas yang ada disana,”ujarnya.

     

    Menurutnya, fasilitas di wilayah Timor Leste sangat lengkap. Dari segi pelayanan publik juga sangat memadai, sementara dari Indonesia sendri belum dilengkapi dengan fasilitas yang menggambarkan wibawa Bangsa Indonesia. Harusnya Indonesia membangun fasilitas yang layak di perbatasan.

     

    Untuk itu, lanjut Jefry, Komisi IV DPRD NTT, menyarankan agar pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kondisi di perbatasan sehingga ada tindak lanjut dalam pembangunan.

     

    “Kami minta Pemprov NTT segera koordinasi dengan pusat terkait kondisi pintu masuk di Motamasin juga terkait fasilitas bagi petugas Pamtas,” tambahnya.

     

    Dia juga meminta Pemerintah Kabupaten Malaka dan Satuan Tugas Pamtas untuk memperketat pengawasan di wilayah perbatasan, terkait penyelundupan BBM ke Timor Leste.

     

    Di Malaka,paparnya, ada tiga buah SPBU tetapi sering habis sehingga masyarakat harus beli di pengecer dengan harga RP 10 ribu hingga Rp 15 ribu per liter.***

     


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.