• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 19 Oktober 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Silvanus Tibo Tersangka Korupsi MCK Pengungsi Rokatenda
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 19 Januari 2015 | 20:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Silvanus
    Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Martiul

     

    Maumere, Flobamora.net - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka Silvanus Tibo ditetapkan sebagai salah satu tersangka korupsi pengadaan MCK (mandi cuci kakus) bagi pengungsi Rokatenda yang mendiami lokasi pengungsi di Kelurahan Hewuli Kecamatan Alok Barat. Dua tersangka lainnya yaitu Bendahara BPBD Margaretha Berginta dan Direktur UD Sanitasi Peduli Sehat Lusia Yetty Susanti.

               

    Penetapan tiga orang tersangka ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Martiul dalam keterangan pers kepada para awak media di ruang kerjanya, Senin (19/1). Martiul didampingi Kepala Seksi Pidana Khusus Putu Nuryanto dan Kasi Intel Ida Made Oka Wijaya.

               

    Sebelum menetapkan tersangka, terang Martiul, pihaknya terlebih dulu melakukan penyelidikan dan kemudian meningkatkan ke tahap penyidikan. Dari hasil itu, ditemui dua alat bukti yang sudah cukup untuk menetapkan tersangka. Untuk kepentingan itu, Kejaksaan Negeri Maumere juga sudah melakukan ekspose perkara ini.

               

    “Kami dapatkan dua alat bukti, dan dengan itu kami tetapkan 3 orang tersangka korupsi pengadaan MCK untuk pengungsi di Hewuli, yaitu Kepala BPBD, Bendahara BPBD, dan pelaksana pekerjaan MCK,” jelas Martiul.

               

    Untuk kepentingan hukum, lanjut Martiul, Kejari Maumere juga akan melakukan penggeledahan di Kantor BPBD Sikka berkaitan dengan seluruh dokumen tentang dana pengungsi. Martiul mengaku sudah mengantongi surat izin dari Pengadilan Negeri Maumere untuk melakukan penggeledahan.

               

    Selain itu, Kejari Maumere juga sudah berkoordinasi dengan pihak Bank Mandiri Cabang Maumere dan Bank BNI Cabang Maumere untuk memblokir rekening milik ketiga tersangka.

     

    Menurut dia, manajemen Bank Mandiri sudah menyetujui pemblokiran. Sedangkan Bank BNI pihaknya masih akan menurunkan tim untuk berkoordinasi lagi.

               

    Sehubungan dengan kerugian negara yang berdampak dari pengadaan MCK ini, Martiul belum mau mengungkapkan. Dia beralasan penyidik akan menghitung kerugian negara, dan pada saatnya nanti akan disampaikan.

               

    Martiul menambahkan, kemungkinan masih ada banyak dugaan korupsi dari pengelolaan dana pengungsi Rokatenda. Saat ini tim jaksa beranggotakan 9 orang sedang menyelidiki dugaan korupsi pada pengadaan lauk-pauk bagi pengungsi, pembangunan rumah pengungsi di Pulau Besar, dan beberapa dugaan korupsi lainnya.  

     

    Alokasi anggaran untuk pengadaan MCK bagi pengungsi di Kelurahan Hewuli yakni sebesar Rp 405.900.000. Dari dana tersebut, sebesar Rp 184.500.000 dikelola oleh Lusia Yetty Susanti untuk pengadaan jamban sebanyak 246 paket.

     

    Kepada Flobamora.net  beberapa waktu lalu, Lusia Yetty Susanti mengaku pekerjaan jamban dilakukannya tanpa dilengkapi dengan surat perintah kerja.

     

    Hingga kini, dia baru mengadakan 120 paket jamban, sementara sisanya dia mengaku tiudak sanggup lagi mengerjakan dan akan mengembalikan ke BPBD dalam bentuk fisik uang.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.