• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Tongkang Batubara Akhirnya Sandar di Jeti PLN
    ALBERT R. | Sabtu, 07 Desember 2013 | 10:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Tongkang
    web

     

     

    Kupang, Flobamora.net - Kapal TB Dharma 9 yang menarik Tongkang bermuatan batubara untuk kebutuhan PLTU Bolok,  ukses sandar di Jety PLTU Bolok, Jumat (6/12) pagi jam 08.15 wita.

    Tongkang batubara yang iba di pelabuhan Tenau sejak 22 November 2013 terhambat sandar di Jety PLTU karena PT Timotr Otzuki Mutiara (TOM) menghalangi akses alur pelayaran menuju Jety PLTU dengan rumah apung dan keramba mutiara iapungkan persis di depan Jety.

    Kepala Badan Koordinas Penanaman Modal Daerah (BKPMD) NTT, Thobias Ully, tampak hadir di dermaga dan menyaksikan tongkang yang sudah  andar. Demikian juga Manajer Unit Induk Pembangkitan (UIP) XI Unit Pelaksana Konstruksi (UPK) 1 upang, Leo Simatupang, dan GM PLN NTT, Richard Safkaur.

    Usai tongkang sandar di Jety PLTU Bolok, nakhoda TB Dharma 9, Iwan Susanto dan Deny
    Abdulsalam, mengakui kesulitan menyandarkan tongkang ke dermaga. Ruang gerak kapal untuk
    manuver terbatas karena belum semua keramba mutiara dibersihkan di depan Jety.

    Iwan mengaku erkeringat seperti biji jagung hanya untuk melukiskan tingkat kesulitan mengendalikan tugboat dan ongkang.

    Nakhoda lainnya, Deny Abdulsalam yang asli Kampung Solor, Kupang, meminta pemerintah agar
    membersihkan seluruh pelampung keramba mutiara di depan Jety PLTU Bolok. Hal itu untuk
    menjamin kelancaran, keamanan, dan keselamatan pelayaran.

    Deny, mengaku sebagai putera asli NTT sangat prihatin dengan kondisi alur pelayaran yang ditutupi
    pelampung-pelampung budidaya mutiara. Menurut dia, seharusnya alur pelayaran bersih dari
    halangan apapun. Apalagi mereka membawa batubara yang merupakan bahan bakar PLTU yang bisa
    menghasilkan listrik untuk kebutuhan seluruh masyarakat Kota Kupang.

    Kepala BKPMD NTT, Thobias Ully, yang ditanyakan mengenai masih banyak pelampung keramba
    mutiara yang bertebaran di depan pelabuhan PLTU Bolok, mengatakan akan menemui pihak PT
    TOM.

    Sebelumnya Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, dalam rapat koordinasi di ruang rapat Gubernur NTT,
    Kamis (28/11) memerintahkan Kepala BKPMD NTT, berkoordinasi dengan instansi teknis memimpin
    pembersihan semua pelampung keramba mutiara PT TOM yang diapungkan di depan Jety PLTU
    Bolok.

    Gubernur meminta BKPMD NTT segera meminta PT TOM hanya sehari membersihkan sendiri
    semua keramba di depan PLTU Bolok, dan menarik ke titik koordinat sesuai perijinan.
    PT TOM kemudian meminta waktu lima hari. Ternyata meski sudah molor hingga satu minggu, PT
    TOM hanya menggeser sedikit rumah apung dan membersihkan tiga longline yang letaknya persis
    di depan Jety. Longline tersebut saat diangkut oleh petugas PT TOM ternyata hanya pelampung
    kosong tanpa keramba mutiara. Sebagian besar pelampung mutiara di sisi utara dermaga masih
    menutup alur pelayaran.

    Gubernur NTT meminta PLN memasang alat bantu navigasi (rambu) sementara untuk menandai alur
    pelayaran menuju Jety PLTU Bolok. Manajer UIP XI UPK 1, Leo Simatupang menjelaskan PLN sudah
    menyiapkan alat bantu navigasi dan sudah berkoordinasi dengan Kantor Navigasi untuk menentukan
    titik koordinat. Namun pihak Navigasi mengalami kesulitan melakukan survei untuk menentuklan
    titik koordinat, karena terhambat pelampung keramba mutiara yang masih bertebaran di depan
    Jety PLTU Bolok.

    PT TOM tampaknya sangat berkuasa di kawasan sebagian laut Semau, Lelendo, Bolok hingga
    perairan Batubao, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.
    Awal tahun 2013, PT TOM dan instansi teknis seperti Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, BKPMD
    NTT, Kantor Navigasi, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kupang, Dinas Perhubungan
    NTT, telah melakukan survei bersama lokasi titik koordinat usaha budidaya mutiara PT TOM.
    Hasilnya terbukti PT TOM telah melakukan ijinnya.

    Berdasarkan hasil survei bersama itu, Pemerintah Provinsi NTT melalui BKPMD , sudah berkali-kali menyurati PT TOM untuk kembali ke titik koordinat  esuai perijinan. Bahkan Direktorat Perikanan dan Budi Daya Kementerian Kelautan dan Perikanan udah memberi teguran pertama. Hasilnya PT TOM tak bergeming.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.