• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Lamban Bertindak, Masyarakat Sikka Konsumsi Ikan Berformalin
    VICKY DA GOMEZ | Selasa, 20 Januari 2015 | 20:43 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Lamban
    Ikan berformalin yang disita Satpol PP Kabupaten Sikka

     

    Maumere, Flobamora.net - Masyarakat Kabupaten Sikka menyesalkan sikap lamban pemerintahan setempat dalam menindaklanjuti masuknya ikan berformalin ke Maumere. Jika pemerintah lamban bersikap, bisa jadi ribuan masyarakat daerah ini mati akibat mengkonsumsi ikan berformalin.

               

    Data yang direkam Flobamora.net dari Kepala Satuan Pollsi Pamong Praja Kabupaten Sikka, Adeodatus Buang da Cunha, menyebutkan sampai dengan pukul 21.00 Wita hari ini, sudah disita sebanyak 51 boks ikan yang positif berformalin.

     

    Ikan-ikan yang berformalin itu dipasok dari Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Amagarapati, Larantuka dan Desa Nobo, Kabupaten Flores Timur serta Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.

               

    Markus Paulus, salah seorang warga Kota Maumere mengaku kecewa dengan sikap lamban Bupati Yoseph Ansar Rera. Pasalnya, belum lama ini sebanyak 25 ton ikan tembang yang ditampung PT Shitaratian terdeteksai mengandung formalin.

     

    Belum selesai masyarakat mendapat cerita pilu tentang hal ini, ternyata pada Selasa (20/1), dalam sehari saja Satpol PP Sikka menyita 51 boks ikan yang juga mengandng formalin.

               

    “Sebagai masyarakat kami perlu menggedor hati para pemimpin ini, agar lebih bertindak cepat terhadap peristiwa seperti ini. Jangan menunggu ada yang mati akibat konsumsi ikan berformalin baru mereka dua kaget. Lama-lama semua masyarakat di kabupaten ini bisa mati,” ujar Markus Paulus di Kantor Satpol PP Sikka, Selasa (20/1).

               

    Dia mendesak, pemerintah segera mendirikan pos-pos pemantau di beberapa titik di wilayah Kabupaten Sikka untuk memantau pasokan ikan yang datang dari luar kabupaten.

     

    Hemat dia, untuk jangka pendek, pos-pos pemantau lebih difokuskan ke wilayah timur, karena beberapa kasus ikan berformalin semuanya berasal dari Kabupaten Flores Timur.

               

     

     

    “Setiap pos pemantau harus dilengkapi dengan alat deteksi ikan yang bisa mengidentidfikasi ikan-ikan mengandung formalin atau tidak,” tambahnya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.