• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 30 November 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Ragukan Hasil Laboratorium, Papalele Makan Ikan yang Diduga Berformalin
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 21 Januari 2015 | 20:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Ragukan
    Papalele Makan Ikan Bakar yang Diduga Berfomalin

     

     

    Maumere, Flobamora.net, -  Sejumlah papalele ikan meragukan hasil laboratium yang menyatakan ikan-ikan yang disita mengandung formalin. Kesal dengan itu mereka pun melakukan protes dengan cara membakar beberapa ikan tongkol, dan kemudian ramai-ramai memakannya.  

               

    Aksi makan ikan yang mengandung formalin ini dilakukan di Lapangan Umum Kota Baru Maumere, Rabu (21/1). Lapangan Umum Kota Baru ini letaknya persis di depan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sikka di Jalan Patirangga Maumere.

     

    Pantauan Flobamora.net, beberapa papalele mencari-cari kayu kering yang ada di sekitar lapangan. Sambil itu seorang papalele mengambil 3 ekor ikan tongkol dalam boks ikan pada mobil ikan yang sebelumnya digelandang ke Kantor Satpol PP Sikka. Ikan-ikan itu kemudian dibersihkan, dimasukkan ke dalam panggangan dan kemudian dibakar.

     

    John, salah seorang papalele mengatakan aksi ini sebagai sikap protes atas keraguan mereka terhadap hasil uji laboratorium yang dilaksanakan petugas UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Menurut dia, ikan-ikan yang dibawa dari Larantuka Kabupaten Flores Timur sudah dinyatakan berkualitas baik oleh petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Flores Timur.

               

     “Pemilik ikan mengantongi surat dari DKP Flotim, di mana salah satu suratnya ada keterangan bahwa ikan yang dibawa berkualitas baik. Kalau sudah kualitas baik berarti ikan-ikan ini bebas formalin. Karena itu kami bakar makan saja biar kami yang kena risiko,” jelasnya.


     

    Para papalele ini mulai kesal karena dengan disitanya ikan-ikan yang diduga formalin berdampak pada pendapatan dan penhasilan mereka. Dalam dua hari ini mereka terpaksa tidak berjualan ikan karena persoalan maraknya ikan yang mengandung formalin.

     

    Mereka sangat berharap Pemerintah Kabupaten Sikka segera cepat mengambil langkah-langkah tepat untuk menyelesaikan masalah ini.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.